Novelet Religi “Sang Tokoh”: [4] Bau Ajaib Kebinatangan

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Jumat, 15 Maret 2024 | 16:23 WIB
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa)
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa)

Orang utan besar tertawa. Bagi orang awam seperti terdengar seperti berteriak saja. Tanpa menoleh, dia berlari lagi seraya berkata,”Ada deh!”

Tinggal Sang Tokoh terpaku di tempatnya. Dia tidak habis piker, bagaimana dirinya “dipermainkan” oleh  seekor orang utan. Cuma ini kejadian benar. Fakta. Aneh tapi nyata.

Semua yang diungkapnya orang utan dilaksanakan Sang Tokoh, tentu setelah di rumah.

Orang utan itu tak membual. Seluruh ucapannya terbukti. Selama tiga hari, seperti dikatakan orang utan, Sang Tokoh seperti lupa ingatan. Total tidak tahu apa-apa sama sekali. Bagaikan  orang gila. Dia hanya ingat Ayah dan ibunya saja, sebagaimana yang dikatakan  si orang utan. Begitu juga tubuhnya, bau binatang bukan alang  kepalang.

Tiga hari pertama, Sang Tokoh tidak merasa berat lantaran telah menjadi bagaikan orang gila. Tak ingat apapun. Tak ingat siapapun, bahkan dirinya. Dia hanya ingat bapak dan ibunya saja. Dengan begitu, baunya tidak begitu berpengaruh kepada dirinya.

Selepas hari ketiga, barulah Sang Tokoh sadar. Akibatnya, dia baru mencium badan dirinya yang begitu bau. Jenis baunya sangat menyengat, membuat dirinya amat mual. Kepalanya pusing. Dia demam. Mengerang tak jelas.

Ketika Sang Tokoh keluar kamar, seluruh rumah heboh. Mereka berteriak-teriak.

“Uuuuhh baaaaaauuuuu banget,” kata kakaknya.

“Iiiihhh  bau menjijiiikkan,” timpal adiknya.

Terpaksalah, Sang Tokoh masuk kamar kembali.

Untungnya, Sang Tokoh sebelum melaksanakan saran orang utan besar sudah menceritakan lebih dahulu kemungkinan yang terjadi kepada Ayah dan ibunya, sehingga mereka faham apa yang terkadi sehingga tidak mengambil tindakan apapun.

Alhamdulillah, proses yang berat itu dapat dilalui Sang Tokoh dengan sukses. Hari kedelapan, dia mandi membersihkan tubuhnya sampai berkali-kali, barulah bau kebinatangan lenyap.

Setelah mandi, baru pulalah pikirannya jernih kembali. Tubuhnya juga terasa segar. Dia merasa hidup kembali seperti layaknya layaknya manusia  normal. Manusia biasa.

Sesuai dengan  permintaan orang utan besar, Sang Tokoh segera kembali ke kebun binatang. Dia penasaran ingin mencoba hasil dari proses yang dituturkan orang utan besar.

Hari belum siang, Sang Tokoh sudah berangkat ke kebun binatang. Sebelum ke kebun binatang, dia mampir membeli berbagai makanan orang utan.  Dia ingin memberikan makanan tersebut kepada orang utan besar sebagai rasa terima kasih.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB
X