Kronologi Peserta Trip Diduga Kabur dari Rombongan saat Liburan ke Korsel

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Jumat, 17 Juli 2026 | 12:02 WIB
Viral WNI asal Madiun diduga kabur saat liburan di Korea Selatan. (f: Threads/sarjanabackpacker)
Viral WNI asal Madiun diduga kabur saat liburan di Korea Selatan. (f: Threads/sarjanabackpacker)

 

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Media sosial tengah ramai dengan unggahan seorang tour leader sedang mencari salah satu peserta yang diduga kabur dari rombongan saat liburan di Korea Selatan (Korsel).

Melalui akun Threads @sarjanabackpacker, peserta tour bernama Femas yang berasal dari Madiun menghilang setelah berpamitan ingin jalan-jalan dan membeli sepatu sendiri.

“Peserta tour kami kabur. Femas asal Madiun,” tulisnya dalam utas yang diunggah, dikutip pada Jumat, 17 Juli 2026.

“Bertahun-tahun kami jaga nama baik, membangun kepercayaan, mengurus ribuan peserta agar bisa liburan dengan tenang. Rusak karena satu orang,” lanjutnya.

Kronologi Sebelum Diduga Kabur: Pamit Ingin Beli Sepatu

Pemilik akun mengungkapkan bahwa Femas dalam sosok pendiam dan saat pembagian kamar, ia tidur bersama dengan tour leader rombongan.

“Tidak ada tanda-tanda sama sekali. Beliau pendiam. Tour Leader satu kamar dengannya. Diajak ngobrol, diajak makan, diajak jalan. Bahkan ditanya berkali-kali apakah ada kesulitan, semuanya terlihat normal,” tulisnya lagi.

Sebelum hilang kabar, Femas diketahui berpamitan untuk jalan-jalan sendiri di sebuah kawasan perbelanjaan tanpa rombongan.

Ia mengaku ingin membeli sepatu, namun setelahnya tidak bisa dihubungi.

“Sampai malam itu, beliau berkata ingin melihat-lihat sepatu di Myeongdong. Lalu menghilang. Tidak pernah kembali ke hotel, tidak pernah menjawab telepon, tidak pernah membalas WhatsApp, tidak pernah memberi kabar,” sambungnya.

Pencarian juga dilakukan dengan menyisir lokasi terakhir Femas hingga membuat laporan ke pihak berwenang.

Membuat pada Travel hingga Harus Bayar Denda

Lebih lanjut, pemilik akun menyebut bahwa pihak travel harus menghadapi beberapa permasalahan karena hilangnya salah satu peserta.

“Kami yang harus menjelaskan ke vendor. Kami yang harus mempertanggungjawabkan ke pihak Korea, kami yang harus menghadapi risiko denda dan peserta lain yang sama sekali tidak tahu apa-apa ikut terkena dampaknya,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

BMKG: Waspada Hujan Lebat di Sebagian Besar Riau

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:23 WIB

BMKG: Cuaca Riau Hari Ini Relatif Kondusif

Selasa, 14 Juli 2026 | 09:00 WIB

Lagi, Harimau Sumatera Terkam Manusia di Riau

Senin, 13 Juli 2026 | 16:28 WIB

BMKG Sebut Hari Ini di Riau Tanpa Potensi Hujan

Senin, 13 Juli 2026 | 09:38 WIB
X