Webinar Promedia Group: Bedah Platform untuk Hasilkan Konten Sesuai Karakter Media Sosial

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Kamis, 16 Juli 2026 | 18:45 WIB
Webinar ‘Inside the Digital Ecosystem: Membedah Platform dan Pola Kerja Kreator Profesional’ oleh Promedia Group. (f: Dok. Promedia)
Webinar ‘Inside the Digital Ecosystem: Membedah Platform dan Pola Kerja Kreator Profesional’ oleh Promedia Group. (f: Dok. Promedia)

 

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Promedia Group sukses menggelar free webinar yang mengulik tentang media sosial dan engagement konten sesuai platfrom masing-masing.

Webinar yang diikuti oleh jurnalis mitra Promedia Group dan umum ini mengusung tema ‘Inside the Digital Ecosystem: Membedah Platform dan Pola Kerja Kreator Profesional’.

Dalam webinar yang dilangsungkan pada Kamis, 16 Juli 2026 ini, General Manager Media Network, Agil Hari Santoso memaparkan materi terkait konten agar sesuai dengan habit atau sifat audiens dan platform media sosial yang berpengaruh pada engagement.

“Kita sering mengalami konten yang kita unggah punya engagement tinggi, dari jumlah penonton sampai kenaikan followers. Tapi di dua atau tiga konten selanjutnya, bisa jadi menurun,” kata Agil dalam paparan materinya.

“Terus mencari topik yang trending, mengubah ide untuk menjadi materi konten justru bisa membuat burnout atau kelelahan, padahal dituntut untuk konsisten. Sehingga, konten kreator juga perlu memahami platform media sosial,” lanjutnya.

Menyesuaikan Tipe Konten dengan Platform Media Sosial

Lebih lanjut, Agil mengatakan bahwa media sosial saat ini bukan hanya untuk berbagi kabar seperti beberapa waktu lalu, tapi juga sebagai ladang menarik engagement hingga membuat pemasukan bagi konten kreator.

“Konten yang diunggah caranya juga harus mengikuti kebiasaan platform dan user di sana, misal X dan Threads, pengguna akan lebih senang jika dibuat dalam beberapa utas untuk berdiskusi dibanding satu tulisan panjang. Kemudian reels Instagram bisa diunggah di TikTok dengan penyesuaian caption. Kemudian YouTube yang biasanya video panjang, bisa dipotong menjadi YouTube Short,” jelasnya.

Adapun untuk media sosial Facebook, Agil menyoroti keunikan yang dimiliki oleh platform tersebut, seperti penggunanya yang didominasi oleh Gen X berusia 40 tahunan, ada grup komunitas tertentu, bahasa storytelling hingga tautan link yang lebih mudah.

Karakter media sosial yang cenderung sebagai tempat ‘bersantai’ dan mencari hiburan oleh pengguna membuat kontennya mengalir lebih cepat, sehingga ada kemungkinan untuk cepat hilang.

Fokus pada Satu Platform

Konten kreator memiliki peluang untuk membagikan kontennya di semua platform, namun tentu akan membutuhkan energi dan waktu.

“Fokus pada satu platform itu lebih simpel dan tidak membuat capek, tapi di sisi lain, ada kesempatan di platform lain yang ditinggalkan. Sedangkan jika mencoba banyak platform, lebih banyak makan tenaga dan waktu karena harus memikirkan ulang tipe-tipe konten sesuai platformnya,” lanjut Agil.

Oleh karena itu, kata Agil, konten kreator harus selalu memulainya dengan riset topik dan membuat kerangka konten.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

BMKG: Waspada Hujan Lebat di Sebagian Besar Riau

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:23 WIB

BMKG: Cuaca Riau Hari Ini Relatif Kondusif

Selasa, 14 Juli 2026 | 09:00 WIB

Lagi, Harimau Sumatera Terkam Manusia di Riau

Senin, 13 Juli 2026 | 16:28 WIB

BMKG Sebut Hari Ini di Riau Tanpa Potensi Hujan

Senin, 13 Juli 2026 | 09:38 WIB
X