Selanjutnya, jika berbentuk tulisan panjang bisa diunggah di website atau personal blog, dan versi pendeknya dibuat dalam bentuk utas di X dan Threads.
Kerangka konten berbentuk grafis akan cocok untuk Instagram dan TikTok, termasuk video yang bisa diunggah di YouTube Short.
Lalu, Bagaimana dengan Website?
Tak hanya platform media sosial, webinar ini juga membahas mengenai habit konten website yang banyak berupa tulisan panjang dengan pengguna yang memang sudah niat dari awal untuk mencari informasi lewat website.
Traffic website berasal artikel berita evergreen, trend, atau breaking news yang memang sengaja dicari oleh pengguna.
Beda dengan media sosial, website memiliki karakter konten yang lebih lama dan berumur panjang.
“Kontennya tetap aktif ditemukan oleh audiens yang tepat di saat mereka membutuhkan. Mereka juga memiliki hak penuh atas nama dan identitas brand, sedangkan media sosial lebih rawan kena shadow banned dan berumur pendek karena jika sudah tidak menjadi trending, akan ‘basi,’” papar Agil lagi.
Sementara itu, Promedia Group juga akan menggelar Bootcamp Jurnalistik Digital bertajuk ‘Next-Gen Journalist: Navigasi Ekosistem Digital dan Etika Konten Modern’ selama 6 sesi pada 20-31 Juli 2026.
Pendaftaran peserta bisa dilakukan melalui link berikut: https://go.promediateknologi.id/DaftarBootcamp
***