Kronologi Peserta Trip Diduga Kabur dari Rombongan saat Liburan ke Korsel

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Jumat, 17 Juli 2026 | 12:02 WIB
Viral WNI asal Madiun diduga kabur saat liburan di Korea Selatan. (f: Threads/sarjanabackpacker)
Viral WNI asal Madiun diduga kabur saat liburan di Korea Selatan. (f: Threads/sarjanabackpacker)

“Kami marah karena keputusan satu orang bisa membuat ratusan peserta berikutnya ikut menjadi korban. Kami travel dikenakan denda Rp 125 juta,” tuturnya lagi.

Kejanggalan saat Bertemu Pihak Keluarga

Selain terus berupaya mencari Femas, pihak travel juga menemui keluarganya di Madiun dan mencari keterangan dari sang ibu.

“Sejak awal, jawaban yang kami terima hanyalah ‘Saya tidak tahu.’ Ditanya lagi ‘Saya tidak tahu.’ Ditanya lebih dalam, ‘Saya juga tidak tahu,’” jelasnya.

“Semakin lama pembicaraan berlangsung, semakin banyak kejanggalan yang kami temukan. Keterangan yang disampaikan mulai berubah. Awalnya mengaku tidak tahu apa pun, kemudian mulai mengaku mengetahui sebagian. Lalu muncul lagi informasi-informasi baru yang sebelumnya tidak pernah disampaikan,” paparnya.

Salah satunya ditemukan aplikasi penerjemah bahasa yang kerap digunakan untuk menerjemahkan bahasa Korea di HP sang ibu.

Dugaan Ingin Bekerja Jalur Ilegal dan Sayembara Berhadiah untuk Temukan Femas

Usai utas tersebut viral, tak sedikit yang beranggapan bahwa ada dugaan ingin bekerja dengan dengan jalur ilegal.

Warganet juga menganggap respons keluarga tidak menunjukkan kekhawatiran dan terungkapnya aplikasi penerjemah bahasa Korea tersebut.

“Masyarakat Indonesia yang benar-benar ingin berwisata secara legal ikut merasakan dampaknya. Karena itu kami memohon jangan lagi ada yang menggunakan visa wisata untuk tujuan yang berbeda.Kalau memang memiliki cita-cita bekerja di luar negeri, tempuhlah jalur yang resmi,” tulis pemilik akun dalam unggahan terbarunya.

Sementara dalam unggahan di platform Instagram, pihak travel menjanjikan liburan bagi yang menemukan keberadaan Femas dan melaporkan ke pihak berwenang di Korea Selatan.

“Kalau ada WNI di Korea ketemu Femas, langsung laporkan ke petugas berwenang. Kalau aksinya bikin Femas pulang, tanda terima kasih kami, gue ajak satu keluarga lu ke Singapura-Malaysia selama 4 hari 3 malam secara gratis,” tandasnya.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

BMKG: Waspada Hujan Lebat di Sebagian Besar Riau

Kamis, 16 Juli 2026 | 09:23 WIB

BMKG: Cuaca Riau Hari Ini Relatif Kondusif

Selasa, 14 Juli 2026 | 09:00 WIB

Lagi, Harimau Sumatera Terkam Manusia di Riau

Senin, 13 Juli 2026 | 16:28 WIB

BMKG Sebut Hari Ini di Riau Tanpa Potensi Hujan

Senin, 13 Juli 2026 | 09:38 WIB
X