“Selama seminggu badan kamu akan sangat bau hewan. Berganti-ganti hewannya. Hampir semua hewan. Besar kecil. Dari kambing, anjing, babi, ayam, uler, musang, buaya, harimau, tikus, dan lainnya,” ungkap orang utan. Sang Tokoh terpana. Mulutnya menganga. Padahal, itu belum bagian akhir dari kejutan yang diberikan orang utan besar.
“Dan selama seminggu itu tidak boleh mandi. Tidak boleh pakai parfum.”
“Waduh!”
“Memang demikian. Kalau dilanggar, kemampuan Itu hilang.”
Sang Tokoh mematung.
“Terserah mau dilaksanakan atau tidak.”
Sang Tokoh seperti kena hipnotis. Pikiran tergiring untuk menyanggupi segala syarat yang dikemukan orang utan besar . Meski merasa tidak wajar, Sang Tokoh merasa tidak berkutik. Dia menganggukkan kepalanya.
“Nanti setelah dapat dilakukan harus dicoba di kebun binatang ini,” kembali si orang utan tesebut memberi perintah yang tidak dapat dibantah Sang Tokoh.
“Iya.”
“Nanti setelah datang ke sini, coba dulu ke harimau dan ular. Setelah sukses, baru datang ke sini lagi. Cari saya!”
Sang Tokoh lagi-lagi tak bisa membantah. “Ya,”katanya.
Orang utan tanpa pamit kepada Sang Tokoh, langsung meninggalkan Sang Tokoh. Reflek Sang Tokoh memanggilnya kembali.
“Eh, wahai orang utan besar, tunggu sebentar,” teriak Sang Tokoh.
Orang utan berhenti sebentar, tetapi tidak menenggok ke Sang Tokoh.
“Satu aja pertanjaan lagi aja. Dari mana kamu tahu ini?”