SABTU pagi, 8 November 2025, Ballroom Hotel Grand Central Pekanbaru akan menjadi panggung politik penting bagi Partai Golkar.
Di sana, Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Golkar Riau digelar dengan satu agenda utama: memilih ketua baru.
Namun, alih-alih kompetisi sengit, tanda-tanda aklamasi justru makin kuat.
Nama Yulisman, SSi, MM, mengemuka sebagai figur tunggal yang bakal menakhodai partai beringin lima tahun ke depan.
Isyarat restu dari pusat datang lebih cepat dari yang diperkirakan.
Sejumlah sumber internal DPP Golkar mengonfirmasi bahwa Ketua Umum Bahlil Lahadalia telah memberi lampu hijau kepada Yulisman.
“DPP merestui Yulisman sebagai Ketua Golkar Riau untuk lima tahun ke depan,” ujar seorang sumber dari lingkaran DPP, kemarin malam.
Bahlil Lahadalia mempercayakan Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu sekaligus Plt Ketua DPD Golkar Riau, "mengeksekusi" restunya ke Yulisman.
Kehadiran Ahmad Doli Kurnia Tandjung ini menjadi simbol kuat bahwa pergantian kepemimpinan di Riau berlangsung dengan restu penuh dari Jakarta.
Menurut kader senior Golkar, Ridwan GP, dukungan DPP terhadap Yulisman mencerminkan arah baru partai.
“Golkar tengah menyiapkan generasi bersih yang bisa menjaga citra partai di daerah. DPP tidak mau ambil risiko dengan figur yang punya rekam jejak bermasalah,” ujarnya.
Karier Politik Tanpa Gemuruh
Yulisman bukan wajah baru di panggung politik Riau, tapi langkahnya dikenal tenang dan minim kontroversi.
Pria kelahiran Airmolek, 10 Juli 1974, ini memulai karier politiknya dari bawah.