DARI kampung-kampung adat di Papua Selatan, jejak bisnis sawit ternyata tidak berhenti di batas konsesi atau kantor perusahaan di Indonesia.
Penelusuran terhadap struktur kepemilikan sejumlah perusahaan perkebunan menunjukkan rantai korporasi yang memanjang hingga Singapura dan British Virgin Islands (BVI), dua yurisdiksi yang selama ini dikenal sebagai simpul penting keuangan internasional.
Di tengah perdebatan mengenai deforestasi dan konflik agraria di Papua, nama keluarga Fangiono muncul sebagai salah satu aktor penting dalam jaringan bisnis sawit yang berkembang di kawasan timur Indonesia.
Melalui kelompok usaha First Resources dan FAP Agri Group, keluarga ini dikaitkan dengan sejumlah perusahaan yang mengelola perkebunan sawit di Papua.
Temuan mengenai keterhubungan perusahaan-perusahaan tersebut dengan entitas offshore kembali mengemuka dalam berbagai investigasi publik yang terbit sepanjang 2020 hingga 2026.
Dokumen korporasi, laporan lembaga riset, hingga data kepemilikan perusahaan menunjukkan pola yang serupa: perusahaan operasional berada di Indonesia, sementara mata rantai kepemilikan mengarah ke luar negeri melalui sejumlah entitas yang berlapis.
Film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Dwi Laksono dan Cypri Jehan Paju Dale menjadi salah satu pintu masuk untuk melihat persoalan itu dari sisi yang berbeda.
Film tersebut mengisahkan bagaimana masyarakat adat Marind, Yei, Awyu, dan Muyu menghadapi tekanan akibat ekspansi perkebunan sawit.
Namun di balik cerita hilangnya hutan dan ruang hidup masyarakat adat, tersimpan persoalan yang lebih rumit: siapa sesungguhnya pemilik manfaat dari bisnis yang berkembang di atas tanah Papua.
Rantai Korporasi yang Berlapis
Penelusuran terhadap jaringan usaha keluarga Fangiono menunjukkan struktur kepemilikan yang tidak sederhana.
First Resources, salah satu perusahaan sawit besar yang tercatat di Bursa Singapura, memiliki keterkaitan dengan berbagai entitas yang menjadi bagian dari kelompok usaha keluarga tersebut.
Dalam sejumlah dokumen perusahaan, nama Eight Capital Inc. muncul sebagai salah satu entitas yang memiliki hubungan dengan jaringan bisnis keluarga Fangiono.
Jejak lainnya mengarah ke Prinsep Management Ltd., perusahaan yang berbasis di British Virgin Islands.
Bagi kalangan bisnis internasional, struktur seperti ini bukan hal baru.