Keluarga Fangiono dan Jejak Offshore di Rimba Papua

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Selasa, 16 Juni 2026 | 20:22 WIB
Keluarga Fangiono dan Jejak Offshore di Rimba Papua. (f: istimewa)
Keluarga Fangiono dan Jejak Offshore di Rimba Papua. (f: istimewa)

Kondisi tersebut membuat persoalan sawit Papua tidak lagi bisa dipandang semata sebagai isu lokal.

Di balik pembukaan hutan dan perubahan bentang alam, terdapat jaringan ekonomi global yang menghubungkan kampung-kampung adat di Papua dengan pusat-pusat keuangan dunia.

Pertanyaan yang Belum Terjawab

Selama bertahun-tahun, pemerintah mendorong investasi perkebunan sebagai bagian dari agenda pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Namun berbagai investigasi menunjukkan bahwa manfaat ekonomi dan beban lingkungan sering kali tidak berada di tempat yang sama.

Ketika hutan dibuka dan konflik sosial muncul di Papua, keuntungan perusahaan dapat mengalir melalui jaringan korporasi yang melintasi berbagai negara.

Struktur offshore mungkin sah secara hukum, tetapi keberadaannya menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi dan keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam.

Bagi masyarakat adat Papua, pertanyaan yang tersisa jauh lebih sederhana: siapa yang sesungguhnya memperoleh keuntungan terbesar dari perubahan yang terjadi di atas tanah mereka? 

Jawaban atas pertanyaan itu tampaknya tidak berada di tengah rimba Papua, melainkan tersembunyi di balik lapisan perusahaan yang membentang dari Jakarta, Singapura, hingga British Virgin Islands. ***

Sumber: bacaini.id

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

Dunia Hanyalah WC, Catatan Religi Ramon Damora

Jumat, 12 Juni 2026 | 14:51 WIB

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Minggu, 7 Juni 2026 | 21:40 WIB
X