Novelet Religi “Sang Tokoh”: [4] Bau Ajaib Kebinatangan

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Jumat, 15 Maret 2024 | 16:23 WIB
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa)
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa)

Tetapi sehebat-hebatnya akal, dalam banyak hal, akal pun terbatas. Banyak fenomena di luar jangkauan akal. Tapi terjadi. Tapi jadi fakta. Itulah sebagian kecil dari keluarbiasaan Allah sebagai Pencipta. Bagi Alllah, tak ada yang tak mungkin, termasuk hal-hal yang berada di luar jangkauan akal.

Sang Tokoh merujuk ke dirinya sendiri. Terjadi perubahan yang luar biasa dalam dirinya sendiri yang mungkin secara akal sulit diterangkan. Kini dia seperti memiliki ingatan yang kuat, dapat membaca karakter sebagian orang, melihat dimensi-dimensi yang tidak manpu dilihat orang pada umumnya. Semacam Manusia super, tetapi tetap terbatas.

Mengapa hal tersebut terjadi, semata-mata lantaran kehebatan dan keagungan-Nya. Bagaimana Pemegang Kekuasaan Abadi melakukannya, sungguh di luar kemampuan akal.

Selagi Sang Tokoh tercenung, dia mendengar burung kakak tuanya berteriak-teriak. Aneh, kini Sang Tokoh juga dapat mendengar makna di balik teriakan-teriakan burung kakak tua milik keluarganya.

Rupanya, dari yang didengar secara khusus oleh Sang Tokoh, burung kakak tua menyatakan rasa kangen, rindu kepada Sang Tokoh. Si burung kakak tua minta Sang Tokoh menghampirinya dan mengelus-elusnya.

Permintaan itu diluluskan Sang Tokoh. Dia mendatangi burung kakak tua, dan burung kakak tuanya menaik turunkan kepalanya, pertanda bersuka cita, seraya mengucapkan senang dan terima kasih kepada Sang Tokoh.

Kakak tua itu diberikan makanan kuaci, dan dikembalikan ke tempatnya. Kali ini, burung kakak tua sudah tenang dan sibuk dengan makanannya. Sang Tokoh meninggalkannya.

Tak jauh melangkah dari itu, Sang Tokoh kembali terperanjat. Rupanya, dirinya tak hanya dapat berbicara dengan burung, dengan kucing pun Sang Tokoh mampu berkomunikasi. Kucing yang sering datang ke rumah menatap Sang Tokoh, seperti mengatakan sesuatu tanpa mengeluarkan suara.

Dia rupanya mengadu kepada Sang Tokoh, baru saja mengejar tikus di luar rumah. Sang Tokoh mengangguk-angguk dan menjawab dalam bahasa kucing, “Iya ya, bagus. Segera sana, kalau ada  lagi tangkap,” jawab  Sang Tokoh.

Sang Tokoh sendiri tidak memahami apa yang terjadi, termasuk tak tahu bagaimana prosesnya, Sang Tokoh kini memiliki kemampuan mendengar dan bicarakan dengan binatang. Tak hanya satu jenis binatang, melainkan dengan semua binatang.

Kini, Sang Tokoh baru percaya dan yakin, kisah semacam Joko Tingkir yang dapat menaklukkan banyak buaya, bukan lantaran kehebatan fisiknya mengalahkan buaya-buaya itu, namun barangkali Joko Tingkir diberikan juga kelebihan untuk dapat berkomunikasi dengan buaya, sehingga para buaya menuruti perintah Joko Tingkir.

Demikian pula beberapa orang lain yang diberikan kemampuan menghadapi binatang, boleh jadi mereka memahami bahasa binatang yang dihadapi. Setidaknya dari bahasa tubuh binatangnya, seperti gerakan mata, gerakan waspada dan sebaliknya, banyak orang diberikan pemahaman mengenai isyarat dari binatang.

Sebagian lagi diberikan kelebihan, bahkan dapat berkomunikasi dan bicara dengan hewan. Semacam karomah. Pemberian kemampuan dari Allah kepada orang tertentu yang tidak diberikan kepada umum atau orang lain.

Hanya saja, berbeda dengan orang-orang yang diberikan kemampuan memahami dan berbicara dengan binatang tertentu saja, Sang Tokoh dapat berbicara dengan segala jenis binatang. Dari binatang yang kecil  sampai yang besar. Hal ini membawa keuntungan sekaligus kerepotan luar biasa buat Sang Tokoh.

Keuntungannya jelas: dia dapat berkomunikasi secara baik dan benar dengan binatang apapun. Sebaliknya, kerepotannya, setiap saat dia mendengar lalu lalang komunikasi di antara binatang-binatang dekatnya. Walhasil, kupingnya seperti tidak pernah istirahat, dan itu melelahkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB
X