Pada kesempatan lain, calon kedua itu menegaskan, ”Kalau ibarat zaman dulu, dia ini si lidah pahit. Semua yang dikatakannya pasti terjadi.”
Sejak itu Sang Tokoh mendapat julukan “Si Pahit Lidah:” apa yang diucapkannya selalu benar.
Setelah kematian ketua DKM, calon ketua kedua ini segera diangkat sebagai ketua baru, tepat seperti pernyataan Sang Tokoh. ***
Bersambung.
Wina Armada Sukardi, wartawan senior, advokat, sastrawan, Dewan Pakar Pengurus Pusat Muhammadiyah.