“Saya persilakan mulai dari calon pertama untuk mengemukakan hasil terbaik buat kemasalahatan jemaat. Silakan," lanjutnya.
“Terima kasih. Assalamualaikum,” kata calon pertama memulai tanggapannya.
“Izin, tanpa mengurangi rasa hormat kepada bapak-bapak, dan bukan buat mempersulit musyawarah ini, saya dan banyak jemaah di sini, berpendapat, yang terbaik buat kita bersama, saya menyatakan tetap pada pendirian awal: saya tetap maju mencalonkan diri!”
Ketua sidang menganguk-anggukkan kepalanya. Dari pernyataan itu dia melihat secara tersirat, masih ada perlawan berseberangan antara calon, sehingga kemungkinan besar musyawarah menuju voting.
Wajahnya menjadi kelihatan kecewa, tetapi berusaha menampilkan kewibawaan sebagai pemimpin sidang.
“Terima kasih. Jadi jelas ya semua. Calon yang pertama tetap berkeyakinan akan maju dan tetap pada pencalonannya. Karena sudah jelas, saya tidak meminta tanggapan dari yang lain,” sebutnya.
Ketua sidang membetulkan duduknya sejenak. “Sekarang silakan calon yang kedua mengemukakan tanggapan atau keterangannya,” tambahnya.
Tanpa menunggu lama, calon kedua langsung menyahut. “Kita jemaah masjid dari dulu, jemaah yang guyup. Kekeluargaan. Jadi, persatuan jemaah lebih penting ketimbang urusan lain. Maka, bismilahirohmanhirohim, dengan ini saya menyatakan mengundurkan diri sebagai calon ketua!”
Belum sempat dia meneruskan kalimatnya, sudah tersengar tepuk tangan panjang bergema. Segala puji terhadap kebesaran Allah, terdengar dari mulut-mulut jemaah.
Setelah tepuk tangan reda, calon kedua ini berkata lagi, "Saya mengambil keputusan ini setelah mendengar saran dari Sang Tokoh. Katanya, tiga bulan lagi mungkin saya bisa saja menjadi ketua….”
Langsung terdengar tertawa terbahak-bahak dari hadirin. Pernyataan yang terakhir dianggap hadirin sebagai lawakan belaka. Cuma humor komedi situasi. Makanya mereka tertawa.“
Terima kasih. Waalaikumsalam warohmatulohhiwabarakatuh.”
Wajah pimpinan sidang berubah cerah. Dia tak menduga hasilnya tidak seperti yang disangka.
“Alhamdullilah. Musyawarah telah mencapai mufakat. Dengan telah mundurnya calon kedua secara sukarela dan ikhlas, berarti sekarang tinggal satu calon ketua saja!” katanya lancar.
“Apakah hadirin menyetujui satu-satunya calon yang ada ditetapkan menjadi ketua DKM untuk periode lima tahu ke depan?” tanyanya.