“Seeeetujuuuuu…!” serentak jemaah menjawab.
“Baik dengan demikian sejak saat ini kita telah memiliki ketua baru. Dengan ini sebagai ketua sidang saya sahkan ketua baru!”
Ketua sidang melanjutkan, ”Jemaah masjid perlu memberikan contoh dan teladan yang baik kepada masyarakat. Untuk itu, kami persilakan semula memberikan ucapan selamat.”
Calon yang mengundurkan diri segera bangkit menghampiri ketua baru. Mereka berpelukan. Sesudah. Itu ketua baru mendapat ucapan selamat dan pelukan dari jemaah.
“Sesuai kesepakatan bersama, sebelum melaksanakan tugas, ketua baru harus disumpah lebih dahulu. Sumpah dipimpin langsung oleh guru kita, sesepuh kita yang kita sangat hormati, ketua lama.”
Pelaksanaan sumpah pun segera dilaksanakan. Seorang jemaah meletakkan Al-Qur'an di atas kepala ketua baru. Ketua masjid lama meminta agar ketua baru mengikuti lafal sumpah yang sudah disiapkan tim khusus:
“Demi Alllah, saya bersaksi tiada Tuhan Melainkan Alllah, dan Nabi Muhammad utusan-Nya.
Demi Allah saya akan menjalakan segala tuas kewajiban sesuai peraturan perundang-undangan dan ajaran agama Islam dengan sebaik-baiknya
Demi Alllah saya tidak akan korupsi. Saya tidak akan melakukan tindakan tercela.
Demi Allah saya akan berlaku adil, jujur dan amanah.“
Acara pemilihan ketua baru berangsur-angsur bubar. Jemaah mulai meninggalkan masjid.
Demikian pula Sang Tokoh ikut melangkah keluar masjid. Tapi begitu dia sampai di perkarangan masjid, dia dihadang seorang wartawan radio.
Wartawannya tidak bertanya soal agama, melainkan soal sepak bola. Alasan si wartawan, dia diminta produsernya menghubungi Sang Tokoh yang dikenal suka terhadap sepak bola untuk memberi komentar dan prediksi skor pada pertandingan yang sebentar lagi berlangsung.
Selain Sang Tokoh, ada beberapa orang terkenal lain yang juga diminta komentarnya. Setengah lucu-lucuan saja. Komentar dan prediksi akan direkam dan langsung disiarkan.
Sang Tokoh setuju saja dan langsung mau direkam karena untuk sekadar meramaikan.