“Sudah berapa kali Saudara menjalankan ceramah, dakwah atau menjadi motivator?”
“Waduh tidak terhitung, apalagi sekarang saya juga melakukan melalui podcast.”
Penyidik lantas menyodorkan foto dan menyebut nama lelaki yang pernah mengundang Sang Tokoh ke rumah orang itu, dan memamerkan rumah kemewahan rumahnya, serta memberikan honorarium 100 ribu dolar US dalam tas merek Hermes.
"Saudara kenal dengan dia?”
“Ya saya kenal.”
"Saudara pernah memberi ceramah di rumahnya?”
"Betul. Pernah”
"Biasa apakah kalau ceramah Saudara memperoleh honorarium?”
“Pada umumnya iya, walaupun ada banyak pengecualian.”
“Berapa rata-rata honorium Saudara untuk sekali ceramah?”
“Tidak ada pedoman. Kadang sangat besar, terkadang sangat kecil, bahkan sering tekor karena sebaliknya sayalah yang memberikan donasi kepada pengundang.”
“Betulkah Saudara dapat 100 ribu dolar Amerika setelah berceramah di rumah orang ini?” Penyidik menunjuk foto orang kaya yang memberinya honor."
"Betul!” tandas Sang Tokoh.
"Begini. Uang ini merupakan hasil tidak pidana korupsi. Oleh karena itu kami minta uang tersebut dikembalikan kepada kami.”
Sang Tokoh berpikir sejenak.