Sang Tokoh cuma tersenyum.
Hasil pemeriksaan darah dan bagian dalam tubuh Sang Tokoh ternyata semua normal, bahkan baik. Tak ada tanda-tanda yang mengindikasikan Sang Tokoh mengalami penyakit di darah atau bagian tubuh dalam lainnya.
Dua hari kemudian Sang Tokoh sudah diperbolehkan pulang. Selain boleh memakai BPJS ternyata lantaran ini kasus khusus, seluruh biaya ditanggung negara.
Sang Tokoh pulang dengan berjalan kaki, layaknya bukan orang pasien yang masuk dan lantas kekua rumah sakit karena sakit. Dia pulang seperti bukan orang yang baru saja jadi pasien rumah sakit. Sang Tokoh bahkan nampak lebih sehat dari para pengunjung rumah sakit yang ingin membesuk para pasien lainnya.
Oleh sebab Sang Tokoh pulang melalui jalan biasa. Di lobi ada beberapa kamera televisi menyorotnya membuat pemberitaan manusia yang mengalami seperti mati suri, setelah 30 hari telah sadar sepenuhnya dan sudah diperbolehkan pulang. Tak ada tanya jawab, cuma pengambilan gambar.
Manakala mau keluar pintu berjalan ke arah mobil yang menjemputnya, Sang Tokoh melihat seorang wanita jelita. Rambutnya tergerai. Wajahnya dihiasi make up tipis. Sang Tokoh berhenti sejenak dan menghampiri perempuan itu.
“Suster Intan?” tanya Sang Tokoh.
“Kok bisa mengenali saya. Dokter saja kalo saya sedang tidak dinas, jarang yang mengenali.,” jawab perempuan itu sambil menatap ke arah Sang Tokoh.
“Ini pasien yang 30 hari tidak sadarkan diri, Sus,” ibu Sang Tokoh menjelaskan.
“Oh sudah sadar? Sudah boleh langsung pulang?” tanya suster itu.
“Iya,” jawab Sang Tokoh.
Memang Suster ini bertugas berhari-hari menangani Sang Tokoh sewaktu Sang Tokoh tak sadarkan diri. Antara diri Sang Tokoh dan si suster tak pernah terjadi komunikasi apapun. Waktu tugas menanganinya, Sang Tokoh sedang tidak sadarkan diri. Hanya saja kini Sang Tokoh diberikan ingatan kuat yang luar biasa.
Sejak mengalami tak sadar diri 30 hari, kini dia memiliki daya ingat yang luar biasa. Sang Tokoh dapat mengenali orang. dengan tepat, bahkan orang-orang beriteraksinya dengan Sang Tokoh ketika dia sedang tak sadarkan diri. Padahal, sebelumnya dia justeru sering banyak lupa dengan diri orang lain. Dia sulit mengenal orang lain yang pernah bertemu.
Begitu pula Sang Tokoh lebih banyak lupa tulisan yang sudah dibacanya. Tapi kini segalanya berbalik. Sang Tokoj memiliki ingat super kuat. Termasuk, dia ingat dengan suster ini.
“Yo pamit, Suster. Makasih,” ujar Sang Tokoh menuju mobil.