Saya senang mendengarkan Ismet bercerita sampai menjelang tidur. Kalau sudah mau tidur, Ismet bersiap-siap, selimutnya ditata sedemikian rupa, rapi.
Tidak seperti saya. Tidur dengan posisi sekenanya. Seringkali tidak memperdulikan selimut.
Karena sering tidur sekamar di tempat tidur dobel, saya hapal kebiasaannya di malam hingga pagi. Ketika menjelang waktu subuh, dia bangun dan segera sholat.
Saya juga tahu dia sering mengego. Pernah ia teriak keras dalam tidurnya. Saya bangunkan, “Pak Pak, ada apa”.
“Enggak ada apa-apa,” tuturnya sambil membalik bantal di kepalanya.
Kini rekan Ismet Rauf telah berpulang untuk selamanya. Misi mulianya sebagai wartawan sudah dilaksanakan. Selamat jalan senior.
Mohammad Nasir, Pensiunan Wartawan Harian Kompas