Obituari: Pak Ismet Rauf, Kami Kirim Doa dari Rangkasbitung

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Minggu, 9 Juni 2024 | 07:45 WIB
Kartu Pers Ismet Rauf.
Kartu Pers Ismet Rauf.

Ketika itu kami sedang mempersiapkan pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di aula sebuah hotel sangat sederhana di Rangkasbitung, Banten.

Jarak Jakarta- Rangkasbitung sekitar 100 kilometer. Karena jarak inilah yang membuat kami merasa bersalah karena tidak bisa hadir takziah.

Rangkasbitung sebuah lokasi yang menginspirasi Eduard Douwes Dekker atau Multatuli yang mengecam bangsanya sendiri, bangsa Belanda yang menjajah Indonesia.

Kecaman dan perlawanan disampaikan lewat tulisan melalui novelnya berjudul Max Havelaar Novel ini pertama kali terbit pada 1860 dan terkenal di Belanda.

Di aula hotel tersebut telah hadir Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Pusat Dr Firdaus Komar, Ketua PWI Provinsi Banten Rian Nopandra, sejumlah penguji UKW, Pj. Bupati Lebak Iwan Kurniawan, dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lebak dr Anik Sakinah, M.Si.

Rasa bersalah sedikit terobati pada keesokan harinya ketika penutupan UKW. Di ujung kegiatan, panitia UKW mengajak berdoa bersama khusus untuk almarhum Ismet Rauf.

Hopip, salah seorang penguji UKW yang sering kami sapa “ustadz” tampil ke depan dan memimpin doa khusus untuk almarhum Ismet.

“Ya itu tadi kiriman doa dari rekan-rekan PWI Banten,” kata Rian Nopandra yang berjalan keluar aula berdampingan dengan Firdaus, penguji yang juga Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia.

Ismet dalam kesaksian saya adalah wartawan senior yang baik. Ia disiplin, get things done (bekerja tuntas), dan sholat tepat waktu.
Kami belum pernah mendengar dia membicarakan kekurangan orang lain.

Belakangan dia tercatat sebagai penguji UKW di lembaga UKW Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama).

Sering menguji bersama kami di beberapa daerah. Bahkan dia sering “dipasangkan” tidur sekamar di hotel dengan saya.

Entah apa yang dipikirkan oleh panitia antara saya dan Ismet sehingga sering ditempatkan di satu kamar.

Saya sih manut (ikut) apa kata panitia. Lagi pula saya senang bersama pak Ismet. Dia tidak merokok.

Selama di kamar, dia lebih banyak diam. Ketika saya pancing-pancing dengan pertanyaan, dia baru bercerita. Cerita pengalamannya sebagai wartawan.

Dia pernah ditugaskan oleh Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara di berbagai belahan dunia seperti yang ia tulis sendiri dalam biodatanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB
X