Obituari: Pak Ismet Rauf, Kami Kirim Doa dari Rangkasbitung

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Minggu, 9 Juni 2024 | 07:45 WIB
Kartu Pers Ismet Rauf.
Kartu Pers Ismet Rauf.

Oleh: Mohammad Nasir

PERSATUAN Wartawan Indonesia (PWI) kehilangan wartawan senior yang terus-menerus memberi keteladanan hingga akhir hayat. Wartawan kawakan berkelas internasional itu adalah Ismet Rauf.

Pria kelahiran Payakumbuh ini pe rnah menitipkan biodatanya yang ia tulis sendiri pada saya. Begini biodatanya:

“Ismet Rauf (Wartawan Kantor Berita Antara 1967 -2002), antara lain pernah jadi Koresponden Antara di Kuala Lumpur, Wina ; ---
Tim penulis buku 30 Tahun Konferensi Asia Afrika (Antara, 1985) --- Diplomasi Indonesia (Kemlu RI 1995, lima jilid), --- staf khusus Menkominfo bidang multimedia (2006) --
Wartawan Utama, penguji UKW (2012), penerima Lifetime Achievement Award (Antara. 2011) -- anugerah ini Press Card Number One (2012), Penasihat Pengurus Pusat PWI (2018-2023) -- Pemred Kantor Berita MINA sejak 2014 (Terbit dalam Bahasa Indonesia, Inggris dan Arab)”.

Saya memang pernah bilang pada beberapa kawan wartawan agar menulis riwayat hidup yang lengkap berikut pencapaian- pencapaiannya, supaya kalau meninggal catatan itu bisa digunakan bahan menulis obituari atau in memoriam.

Singkat kata saya bermaksud mengajak kawan-kawan menyiapkan catatan obituari sendiri. Titip kan pada siapa saja. Kita sendiri lah yang lebih tahu tentang perjalanan dan pencapaian sendiri.

Pak Ismet mendukung gagasan saya. Dia lalu kirim biodata ke kami. Katanya boleh untuk keperluan apa saja.

Salah satunya biodata Ismet kami gunakan untuk pembuatan brosur Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Fakultas Komunikasi Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama), Jakarta, tempat ia mengabdi sebagai penguji.

Ismet Rauf meninggal Rabu 5 Juni 2024 di rumahnya di Depok, Jawa Barat dalam usia 79 tahun.

Pencinta buku dan penulis yang lahir di Payakumbuh Sumatera Barat pada 15 November 1945 itu meninggalkan seorang istri, Yunidar Ismet, dan tiga anak laki-laki yaitu Rully R Ismet, Reza T Ismet, dan Aga W Ismet.

Alamarhum meninggal pukul 08.00 dan dikebumikan pukul 14.30 di Tempat Pemakaman Umum Rawa Geni Kecamatan Cipayung, Kota Depok dengan diantar keluarga dan rekan-rekan almarhum sesama wartawan.

Ucapan duka cita dan doa mengalir dari mana-mana, terutama dari para wartawan senior.

Ada yang menyampaikan dalam bentuk bunga, tulisan duka cita lewat media sosial, hingga pemuatan press release In Memoriam seperti yang ditulis teman sejawatnya, mantan wartawan Antara, Aat Surya Safaat.

Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch. Bangun melalui WhatsApp group PWI juga turut menyampaikan ucapan duka cita.

Innalilahi wa innailaihi rojiun. Senior PWI produktif, penulis buku Sejarah PWI, dan banyak lagi di setiap penyelenggaraan Hari Pers Nasional. Semoga arwah almarhum diterima baik di sisiNya dan keluarga yang ditinggal diberi kekuatan. Alfatihah,” tulis Hendry Ch. Bangun setelah lsmet menghembuskan napas terakhir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB
X