Langsung Sang Tokoh teringat kisah Nabi Musa. Dalam bebagai kitab suci dikisahkan Nabi Musa AS diberikan mukjizat oleh Allah. Tongkat Nabi Musa dapat berubah menjadi ular sangat besar. Berawal ketika Allah SWT mengutus Nabi Musa AS untuk menghadap Fir'aun, raja Mesir yang masih menyembah berhala dan sangat kejam.
Allah memerintahkan Nabi Musa AS untuk meminta Fir'aun tidak bertindak kejam dan menghentikan perbudakan. Sebelum berjumpa dengan Firaun, Allah memerintahkan Nabi Musa untuk melemparkan tongkatnya ke tanah.
Seketika tongkat Nabi Musa tersebut berubah menjadi ular. Kemudian Allah juga memerintahkan Nabi Musa mengulurkan tangannya Nabi Musa untuk mengambil ekor ular tersebut. Walhasil, ular tersebut berubah menjadi tongkat lagi.
Ketika berhadapan dengan Firaun, penguasa zalim itu menampilkan penyihirnya yang paling hebat. Di hadapan Nabi Musa, Tukang Sihir memainkan tali temali, dan hup, tetiba tali-tali iti berubah menjadi ular-ular yang ganas siap mematuk Nabi Musa.
Sesuai perintah Allah, Nabi Musa melemparkan tongkatnya. Seketika tongkatnya itu berubah menjadi ular yang sangat besar. Melihat ini, ular-ular tukang sihir ketakutan dan langsung dipatuk dan dimakan oleh ular milik Nabi Musa.
Setelah semua ular tukang sihir habis, Nabi Musa memegang ekor ular besar itu. Ular itupun berubah menjadi tongkat kembali.
Sang Tokoh faham, ular-ular kobra adalah sihir yang berisi makhluk-makhluk jahat, entah apa. Kalau dibiarkan pastilah mereka meremuk redamkan Sang Tokoh. Makanya harus dilawan.
Terinspirasi dari kisah Nabi Musa, Sang Tokoh teringat tongkat yang dibawa kakaknya. Sebelum ular-ular kobra sampai padanya, cepat dia mengambil tongkat kakaknya.
Dan, dengan mengucapkan , Sang Tokoh secepat kilat melemparkan tongkat itu ke gerombolan ular kobra yang mengejarnya.
Selanjutnyan Sang Tokoh membaca ayat-ayat Qur'an yang mengisahkan Nabi Musa seperti Surat Al Kahfi ayat 60-82 dan Surat Taha ayat 77, dan sebagainya.
Begitu tongkat dilempar okeh Sang Tokoh, bagaikan kisah Nabi Musa, tongkat itu pun berubah menjadi ular besar. Ular itu menghadang dan menelan satu persatu ular kobra yang ada. Beberapa ular kobra melarikan diri ketakutan, selebihnya ditelan ular besar Sang Tokoh.
Ular besar Sang Tokoh telah siap menyantap orang ada di hadapan. Lawan Sang Tokoh. Sekali telan mungkin lawannya akan hilang. Sebelum itu terjadi, Sang Tokoh memegang ekor ular itu. Seketika ular itu berubah lagi menjadi tongkat.
Ronde pertama mutlak milik Sang Tokoh.
Istirahat. Sang Tokoh dan keluarganya salat dua rakaat dan kembali berdoa
“Nanti kalau sudah mulai ronde kedua mulai, tolong terus berzikir. Selang seling dengan suara nyaring dan lembut.
Ronda kedua dimulai….***