Novelet Religi “Sang Tokoh”: [11] Pertarungan Hitam Putih

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Jumat, 22 Maret 2024 | 23:59 WIB
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa)
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa)

“Ya keren! Jadi kelihatan gaya!”

“Norak!”

Mereka turun di arena masuk bagian depan. Dari sana mereka berjalan kaki ke gelanggang. Meski pun agak jauh, tetapi karena lokasinya asri dan sejuk, mereka tak merasa lelah.

Di tengah jalan, Sang Tokoh berjumpa dengan seorang pedante berbusana serba putih. Lengkap layaknya seorang pedande ketika sedang bertugas. Wajahnya bersih dan terpancar kebijaksanaan. Mereka saling senyum.

“Saya tidak ikut campur urusan kalian. Saya cuma ingin melihat saja bagaimana kalian menyelesaikan masalah. Mungkin bisa jadi pelajaran,” kata Pedande itu sambil tersenyum.

“Iya. Terima kasih,” jawab Sang Tokoh.

Di arena masih terlihat sepi. Tak ada penonton sama sekali. Rombongan keluarga Sang Tokoh meletakkan barang bawaannya berupa tas, topi, dan juga tongkat.

Lantas merela berdoa bersama dipimpin Ayah Sang Tokoh. Intinya isi doa: mohon perlindungan, bimbingan dari Allah, dan dihindari dari malapetaka.

Sewaktu mereka selesai berdoa, rupanya si lelaki yang bertemu di bandara dan beberapa kawannya sudah ada dan bersiap juga di arena.

Hanya si lelaki yang menantang Sang Tokoh yang di tengah arena, berhadapan dengan Sang Tokoh.

Dua orang berbadan besar masing-masing yang hitam dan kuning sipit yang “menjemput” Sang Tokoh, duduk di pinggir berhadap-hadapan dengan kekuarga Sang Tokoh.
Sedang Sang Tokoh juga telah berada di arena berjarak sekitar 5-8 meter.

Peraturannya: duel berlangsung tiga ronde. Setiap ronde paling lama 30 menit, atau jika ada yang keok sebelum 30 menit, tiap rondenya selesai.

Pas 30 menit otomatis masing-masing sudah ditata tidak bakal dapat melanjutkan dalam situasi apapun. Lalu, istirahat lima menit.

Pada ronde ketiga, ronde terakhir, harus ada pemenangnya. Jika belum ada pemenang pada ronde terakhir, pertandingan tidak dibatasi waktunya. Sampai kapanpun. Sehari, dua hari, seminggu, sebulan, setahun, satu dekade, satu abad, dan entah sampai kapan.

Kalau belum ada pemenang tapi fisik sudah wafat, jiwa lawan jiwa. Wujud jiwapun dapat berubah macam-macam, termasuk fisik manusia lagi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB
X