“Maaf kenapa harus melawan saya yang tidak tahu apa-apa dan lemah?!”
Pria itu tertawa keras.
Kita berada di dalam dua kutup yang berbeda. Menurut makro kosmos, orang seperti you hanya ada satu di antara 100 juta manusia. Sementara orang seperti saya, hanya ada setiap 10 juta seorang. Jadi kita sama-sama langka. Cuma jenis you lebih langka.”
Sang Tokoh menyimak serius.
"Perbedaan lain, you masuk klasifikasi percaya kepada kebaikan, sementara kami justeru sebaliknya hanya percaya kepada kekuasaan.“
“Lantas kenapa Anda harus mencari dan bersoalan dengan saya?”
Orang itu kembali mengarahkan pukulan jarak jauhnya ke benda yang ada di situ. Seketika barang tersebut hancur.
“Hubungan kita bagaikan alam, siapa kuat dia menguasai. Kalau saya melawan you, tapi you tidak melawan saya, saya tidak memperoleh power atau kekuasaan apapun. Gak ada hasilnya.
Peraturannya, you harus melawan! Kalau you udah melawan dan you tumbang, maka kekuasaan saya di antara jenis kami bertambah lebih besar lagi. Saya bisa dianggap penting di kelompok saya. Bisa masuk jajaran elit. Di samping itu, saya dapat tambahan besar kemampuan saya.”
Sang Tokoh masih menyimak.
Dan, jangan lupa, kalau saya kalahkan you, satu jenis seperti you hilang dari muka bumi. Berarti 100 juta manusia kehilangan.”
"Kalau saya tetap tidak mau melawan?”
“Keluarga you terancam!”
"Jadi?”
“Kita harus bertarung. Supaya you gak lepas lagi.”