Novelet Religi "Sang Tokoh": [8] Tabayyun

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Selasa, 19 Maret 2024 | 22:04 WIB
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa) ( )
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa) ( )

Oleh: Wina Armada Sukardi

DAMPAK viralnya tuduhan kepada Sang Tokoh merambat pula ke masjid yang terletak di dekat rumahnya.

Masjid tempat Sang Tokoh pun gaduh. Mereka terkejut dengan informasi yang lalu lalang di jagat media sosial.

Tapi mereka cepat bertindak. Ketua baru yang diminta menunggu tiga bulan oleh Sang Tokoh ketika pemilihan DKM, sejak awal menilai semua serangan kepada Sang Tokoh tak berdasar. Cuma fitnah.

Dia pun giat melakukan pembelaan terhadap Sang Tokoh. Dia pulalah yang berinisiatif mengajak warga masjid mengadakan acara mengecek langsung ke Sang Tokoh.

Pada hari dan jam yang telah ditentukan, Sang Toko duduk di tengah. Berjarak dua meter dari para pengurus dan jemaah masjid yang duduk mengelilinginya. Semua orang boleh bertanya apapun menyangkut kompetensi dan integritas Sang Tokoh.

“Jarang-jarang kita mengadili orang sakti,” kata ketua DKM santai. Hadirin tertawa.
Pengujian pun dilaksanakan. Dimulai dari pertanyaan dan permintaan dari para pengurus masjid.

“Coba ini baca Al-Qur'an, halam 126,” kata seorang pengurua masjid. Al-Qur'an dalam ukuran besar diletakkan di rehal. Dan Sang Tokoh pun membacanya dengan fasih.

Pengurus lain meminta Sang Tokoh membacakan dua surat panjang untuk salat. Ini juga dilaksanakan dengan baik oleh Sang Tokoh.

“Fit and proper” ini dilalui Sang Tokoh dengan sangat mudah. Seperti profesor diberi pelajaran SD. Sedemikian mudahnya bagi Sang Tokoh, dia menganjurkan agar permintaan membaca Qur'an, diuji dengan dirinya langsung mendemonstrasikan ada di halaman berapa surat atau ayat yang diminta.

Semua yang datang setuju dan senang.
Apalagi Sang Tokoh dapat membuktikan benar ada di halaman berapa permintaan surat atau ayatnya. Padahal, Qur'annya ditukar-tukar agar tidak menimbulkan syak wasangka penunjukan itu sudah diatur lebih dulu.

Semua yang hadir kini yakin sudah ada maksud jahat dari yang menyebarkan tayangan buruk terhadap Sang Tokoh. Para warga masjid disini akhirnya menjadi pendukung berat Sang Tokoh yang fanatik. Pendukung garis keras.

Setelah melihat dengan mata kepala sendiri tak ada yang salah dengan Sang Tokoh, mereka menjadi murka kepada pihak yang menuduh Sang Tokoh.

Selama pengujian Sang Tokoh, direkam sebagai bukti. Rekaman itu disebarluas ke media sosial, beberapa dengan narasi yang menuduh kawan SMP-SMA Sang Tokoh justeru yang pembual. Dialah yang sesungguhnya diragukan tidak benar. Cuma pembohong yang mau mendapat simpatik di atas kehancuran orang lain.

Sebaliknya, yang berkeyakinan teman SMP-SMA yang betul, tidak terima pembelaan “para pendukung” Sang Tokoh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

Dunia Hanyalah WC, Catatan Religi Ramon Damora

Jumat, 12 Juni 2026 | 14:51 WIB

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Minggu, 7 Juni 2026 | 21:40 WIB
X