orang-orang berwajah murung dengan derita lalu lalang.
Preeaaattt!!!
Tiba-tiba petir menyambar seluruh manusia disana.
Tak ada tubuh yang tidak hangus.
Mereka mengerang, merintih dan menjerit,
tapi mereka masih tetap hidup.
Tubuh mereka penuh luka dan nanah.
Nyeri.
Bau.
Lalu : buuaaarrr!
Manakala tubuh masih sedemikian sakit bukan alang kepalang
munculah tsunami mengulung semuanya,
padahal gelombangnya yang datang lahar tak terperkiraan panasnya.
Sebagian terpental-pental. Sebagin tergulung ombak lahar.
Tentu, tentu, orang-orang itu berteriak kesakitan