Novelet Religi “Sang Tokoh”: [1] Berangkat Salat Subuh

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Selasa, 12 Maret 2024 | 11:54 WIB
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa)
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa)

Dokter perempuan yang rambutnya diikat ke belakang dan memakai kacamata dengan lembut tapi mengandung kejelasan, menuturkan, Sang Tokoh akan dipindahkan ke ruangan IGD.

Sebenarnya dari aspek manajemen rumah sakit, IGD atawa Instalasi gawat darurat mempunyai fungsi yang hampir sama dengan UGD. Sama-sama buka 24 jam. Cuma peralatan IGD lebih lengkap. Dokternya pun sudah dokter spesialis.

Keluarga dan kerabat yang datang menunggu cuma memgangguk-angguk saja, tanpa dapat  berbuat lain. Mereka beralih menunggu dari depan ruang UGD ke depan ruang IGD.

Persoalannya, para dokter sposialis itu sebagian besar sedang sibuk. Hanya dua orang spesialis yang sedang menangani pasien lain yang sudah ada di sana.

Sebagian dokter spesialis lain sudah ada janji dengan pasien masing-masing yang sulit ditinggalkan. Maklumlah, janji pasien itu sudah ada yang seminggu atau dua minggu sebelumnya.

Barulah siang hari ba’da sholat zuhur, para dokter spisialis berdatangan satu per satu. Mereka langsung masuk IGD. Mereka kembali melakukan pemeriksaan dari awal dengan teliti.

Tak ada cidera atau luka yang berarti. Tak ada tulang yang retak, apalagi sampai patah. Tak ada luka yang perlu dijahit. Hanya ada sedikit memar di beberapa bagian tubuh. Seakan tidak terjadi apapun.

Persoalannya, pasien, Sang Tokoh, tetap tidak sadar. Matanya terpejam rapat. Tidak dapat mendengar sama sekali. Wajahnya  pucat. Tubuhnya kalau digerakan lunglai.

Di luar itu, nafasnya jelas masih berhembus. Otaknya juga masih dapat bekerja, meski terbatas. Berarti  terang benderang Sang Tokoh masih hidup. Walaupun diberi alat bantu nafas, sejatinya nafas Sang Tokoh masih terus mengalir.

Terjadilah diskusi ilmiah yang seru antara para dokter ahli itu. Ada yang berpendapat, kemungkinan dada Sang Tokoh terbentur mobil waktu tubrukan, sehingga menekan jantung, dan mengakibatkan  jantungnya mengalami gangguan.

Seorang dokter lainnya menduga, terjadi cidera otak yang menyebabkan pasien tidak sadarkan diri.

Kendati begitu, tak ada kesimpulan yang dapat diambil oleh para dokter spesialis berpengalaman itu. Mereka memutuskan untuk memeriksa lebih lengkap dan lebih lanjut keadaan Sang Tokoh, mulai dari pemeriksaan seluruh unsur darah di laboratorium sampai akan dicek dengan peralatan pemindai modern seluruh bagian tubuh.

Selain diambil darahnya, tubuh Sang Tokoh juga dibawa memakai “tempat tidur jalan” alias brankar yang didorong suster ke tempat-tempat alat pemeriksaan.

Dokter ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi, dan dari sana menentukan diagnosis serta tindakan apa yang seharusnya dilakukan. Rupanya mereka bekerja dengan sangat teliti.

Beberapa hari kemudian hasil seluruh pemeriksaan dari alat kesehatan canggih pun selesai. Lengkap. Tak ada yang kurang. Dari dokumen hasil data ini, dokter sudah dapat menentukan apa yang dialami tubuh Sang Tokoh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB
X