kolom

Novelet Religi “Sang Tokoh”: [17] Debat di KPK

Sabtu, 30 Maret 2024 | 22:58 WIB
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa)

Oleh: Wina Armada Sukardi

SESUAI pernyataannya, pada hari yang telah ditentukan, Sang Tokoh datang ke KPK. Dia datang sendirian tanpa didampingi advokat.

Sebelumnya, sudah banyak advokat menawarkan diri kepada Sang Tokoh, mulai dari yang meminta bayaran miliaran rupiah sampai yang mau gratis asal dapat tampil mendampingi Sang Tokoh.

Semua tawaran itu masih ditampik Sang Tokoh. “Kalau memang diperlukan nanti saya pikirkan,” kilah Sang Tokoh kepada mereka.

Sang Tokoh merasa belum perlu didampingi advokat lantaran dia sendiri belum mengetahui duduk perkaranya mengapa dia sampai dipangggil. Lagipula dia tidak merasa memiliki kesalahan apapun, sehingga tidak gentar sama sekali.

Hadir sendiri tanpa advokat akan memberi kesan kepada publik Sang Tokoh tak takut. Tak panik.

Berbeda dengan sebagian besar pihak yang dipanggil ke KPK, yang menghindari pers, Sang Tokoh sewaktu datang justeru sengaja melayani pers. Dia menjelaskan apa adanya.

"Perkara apa yang membuat Anda sampai dipanggil KPK?" tanya seorang wartawan dalam kerumunan para wartawan yang mencegat Sang Tokoh, saat mau masuk ke dalam lobi KPK.

"Saya tidak tahu. Sama sekali tidak tahu."

"Di surat panggilan kan disebut?"

"Saya tidak faham, walaupun memang disebut terkait dengan pasal-pasal korupsi."

"Anda sudah siap?" sela wartawan lain.

"Sebagai warga negara yang baik, saya selalu siap! Saya tetap selaku mendukung KPK, sepanjang KPK dalam koridor hukum,“ jawab Sang Tokoh sambil melihat wajah-wajah wartawan.

“Ada lagi pertanyaan?"

Sebelum ada pertanyaan lain, petugas keamanan dalam (Kamdal) KPK sudah menggiring Sang Tokoh masuk ke dalam. Di dalam Sang Tokoh wajib mengisi daftar tamu sesuai dengan identitas KTP-nya.

Halaman:

Tags

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB