Nepo Kids di Balik Chaos Nepal: Dinasti Politik, Privilege, dan Amarah Jalanan

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Sabtu, 13 September 2025 | 10:42 WIB
Pergolakan di Nepal adalah pengingat bahwa generasi muda tidak lagi diam terhadap ketidakadilan. Dari “nepo baby”,
Pergolakan di Nepal adalah pengingat bahwa generasi muda tidak lagi diam terhadap ketidakadilan. Dari “nepo baby”,

Amarah massa pun meledak. Rumah dinas Perdana Menteri KP Sharma Oli dan Presiden Ram Chandra Poudel dibakar.

Keduanya dikabarkan mundur di tengah tekanan.

Kekerasan massa juga menelan korban: istri mantan PM Jhalanath Khanal tewas setelah rumahnya dijarah, sementara Menteri Keuangan diarak telanjang, dan Menteri Luar Negeri dipukuli.

Sejumlah pejabat lain dievakuasi menggunakan helikopter demi menghindari amuk massa.

Hingga kini, sedikitnya 22 orang tewas, dan kendali negara sementara diambil alih oleh militer.

Bagi rakyat Nepal, istilah “nepo kids” bukan sekadar sindiran populer, melainkan cermin ketidakadilan sistemik.

Dinasti politik yang tak kunjung runtuh dianggap sebagai biang stagnasi demokrasi.

Dari jalanan Kathmandu, pesan perlawanan generasi muda Nepal bergema: mereka ingin memutus mata rantai privilese, dan membuka jalan bagi meritokrasi. ***

Novrizon Burman

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Riausatu.com

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

Dunia Hanyalah WC, Catatan Religi Ramon Damora

Jumat, 12 Juni 2026 | 14:51 WIB

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Minggu, 7 Juni 2026 | 21:40 WIB
X