Oleh: Ridwan GP
MUSYAWARAH Daerah (Musda) Partai Golkar (PG) tingkat provinsi se-Indonesia akan dilaksanakan setelah Idul Fitri 2025, menyusul Musda tingkat kabupaten kota.
Hampir di seluruh Indonesia para kandidat ketua DPD provinsi didominasi para kader murni PG yang menjabat (baca: pejabat) pada jabatan publik: anggota DPR, DPRD, Gubernur, dan Bupati dan Wali Kota. Ada yang menyebutnya diberi "karpet merah".
Jelang Musda PG Riau 2025 kandidat yang kelihatan lewat karpet merah itu hanya Parisman Ikhwan, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau.
Yang lain tidak kelihatan, padahal Golkar Riau sebagai peraih suara terbanyak pada Pemilu Legislatif 2024, memiliki kader-kader murni yang duduk pada posisi DPR RI dan DPRD. Sementara Musda di daerah atau provinsi lain, para calon ketua didominasi dua sumber ini.
Sebutlah ada nama Karmila Sari, Yulisman, dan Maharani (PAW dari Syamsuar, Ketua DPD PG Riau saat ini), yang duduk di DPR RI dan sederet nama kader senior lain di DPRD Riau, seperti Septina Primawati dan Indra Gunawan Eet.
Ada apa? Kenapa nama-nama di atas tidak maju calon Ketua DPD Golkar Riau.
Di awal-awal dulu mereka digadang-gadangkan sebagai kandidat kuat. Lewat waktu dan hari ini, nama-nama tersebut hilang ditelan bumi tanpa ada penjelasan. (Perlu BAB terpisah bahas ini).
Untuk dari pejabat Bupati atau Wali Kota tidak ada, karena hasil Pilkada 2024 lalu di Provinsi Riau, Golkar belum beruntung.
Namun ada juga mantan-mantan kepala daerah yang tidak terpilih lagi di Pilkada, masih memiliki kesempatan besar untuk tarung di Pilkada berikutnya, seperti Afrizal Sintong, M Wardan, Nasarudin, dan lainnya
Kalau tidak maju, ke mana dukungan untuk calon Ketua PG Riau 2025 ini mereka berikan?
Logika mudahnya, tentu kepada Parisman Ikhwan yang lebih sering dipanggil Iwan Patah, yang saat ini satu-satunya calon Ketua Golkar Riau dari kader internal.
Namun, ini dunia politik. Terkadang “menabrak” konstitusi, termasuk di Partai Golkar.
Bukan rahasia lagi ada calon eksternal yang “ngebet” pengen jadi ketua Partai Beringin Provinsi Riau. Kendati sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari yang bersangkutan menyatakan akan maju pada Musda Golkar Riau 2025.