Ya, namanya SF Hariyanto, Wakil Gubernur Riau. Saya sudah bertemu dengan beliau dan menyampaikan langsung keinginannya untuk memimpin DPD PG Provinsi Riau.
Melihat peta konstestasi terkini, jelas ada dua bakal calon (bacalon) yang akan bertarung di Musda Golkar Riau nanti, yakni Parisman Ikhwan dan SF Hariyanto.
Masih bacalon, karena ada proses verifikasi terhadap seluruh yang akan mendaftar sebagai calon ketua.
Pertanyaannya, dengan dua bacalon ini, ke mana para pejabat pemilik suara akan memberikan dukungan setelah memutuskan tidak ambil kesempatan untuk menjadi Ketua PG Riau?
Semoga mereka menghormati Konstitusi Partai Golkar yang telah membesarkan mereka hingga seperti saat ini.
Bagi kader PG, seharusnya tidak cengeng dan berteriak ke sana ke mari mengatakan kecewa kepada pengurus DPD Golkar Riau saat ini dalam rangka menutupi kegagalannya dalam menapak karir politik (kekuasaan). Bahkan, menjadikannya alasan untuk tidak dukung kader PG.
Jalan atau kesempatan sudah diberikan PG kepada Anda, dan Anda gagal di jalan tersebut. Herannya, masih berteriak dizolimi PG. Berhasil dan gagal adalah usaha dan rezeki.
Mari sukseskan Musda Golkar Riau dengan semangat demokrasi sesuai konstitusi Partai Golkar!
Wassalam. ***
Ridwan GP
Ketua SOKSI Riau, Ormas Pendiri Partai Golkar