Selamat Jalan Daeng Alwi Hamu, Catatan Ilham Bintang

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Minggu, 19 Januari 2025 | 16:09 WIB
Ilham Bintang, Marah Sakti Siregar, dan beberapa teman saat membesuk Alwi Hamu di Paviliun Kencana, RSCM, saat terserang stroke, tahun lalu. (f: istimewa)
Ilham Bintang, Marah Sakti Siregar, dan beberapa teman saat membesuk Alwi Hamu di Paviliun Kencana, RSCM, saat terserang stroke, tahun lalu. (f: istimewa)

 

MESKIPUN sudah lama sakit akibat serangan stroke, lebih lima tahun lalu, kabar wafatnya Alwi Hamu, Sabtu (18/1/2025) pagi, tetap menyentak.

Tiada lagi senior yang di wajahnya selalu tersungging senyum, dan tak pernah lupa meneriakkan yel khas Bugis Makassar: Ewako! Bukan hanya kepada teman-teman sekampung, tetapi juga kepada umumnya wartawan yang dia kenal.

Ewako, dalam bahasa Bugis Makassar, artinya, "lawan!". Tepatnya, "tetap bersemangat". Semangat besar seperti yang selalu tampak melekat dalam dirinya.

Husain Abdulllah, Juru bicara Wapres RI 10 dan 12 Jusuf Kalla, yang mengirimi saya kabar duka pertama kali kemarin pagi.

Daeng Alwi, begitu sering saya menyapa almarhum, Tokoh Pers Sulawesi Selatan dan Raja Media di Indonesia Timur.

Ia mengembuskan nafas terakhir pukul 06.50 WIB di RS Pondok Indah, Puri Indah, Jakarta Barat.

Satu jam sebelum itu menurut cerita perawatnya, kondisi Daeng Alwi, drop sekali. Melalui alat kesehatan, HB tensinya terpantau hanya 50.

Bersegeralah perawat dan anaknya melarikannya ke RSPI Puri Indah, yang hanya hanya berjarak kurang dari dua kilometer dari kediaman almarhum.

Di IGD, saat perawat mencoba memasukkan jarum infus, Daeng Alwi tak bereaksi. Ternyata, Daeng Alwi, telah tiada. Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun.

Padahal, Daeng Alwi sebenarnya, Jumat sore sudah pulang dari RSCM Kencana, Jakarta Pusat, setelah dirawat empat hari di sana.

Inspiring

Daeng Alwi sosok inspiring. Sebagai wartawan, pebisnis media maupun sebagai sahabat.

Sukses besar sebagai Raja Media tidak membuatnya lupa diri. Ia tetap tampak bersahaja, bergaul dengan siapa saja, semua strata, junior maupun senior. Dari wartawan pemula hingga wartawan kelas langitan.

Saat melayat almarhum di Kamar Jenazah RS, saya mencoba mengingat-ingat kembali kenangan selama mengenal almarhum.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

Dunia Hanyalah WC, Catatan Religi Ramon Damora

Jumat, 12 Juni 2026 | 14:51 WIB

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Minggu, 7 Juni 2026 | 21:40 WIB
X