Novelet Religi “Sang Tokoh”: [5] Mendadak Khotbah Jumat

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Sabtu, 16 Maret 2024 | 05:47 WIB
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa)
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa)

 “Terus terang kenapa agama Islam turun di Arab, secara tepat saya sejujurnya tidak tahu. Hanya Allah Tuhan Pencipta Langit dan Bumi yang mengetahui sejatinya kenapa Islam turun di Arab. 

Walaupun secara pemikiran, ijtihad, ada beberapa alasan. Sekali lagi ini cuma ijtihad , usaha menafsirkan dengan sungguh-sungguh. Sedangkan kebenaran sejatinya cuma Allah yang mengetahui. Kebenaran senantiasa datangnya dari Allah, sedangkan kesalahan berasal dari manusia.

Dari  pemikiran, dari ijtihad, kalau dikatakan agama Islam turun di Arab lantaran terkait bangsa Arab kala itu dipandang jahiliyah, kejam, dan tidak beradab, kuranglah tepat. Kenapa? Ada beberapa alasan.

Pertama, jika diteliti, pada zaman itu bangsa Arab bukanlah bangsa yang paling kejam di dunia.

Masih banyak di bagian belahan dunia ini yang bangsanya lebih kejam dari Arab. Beberapa negara di Eropa waktu itu masih menerapkan pertandingan dibunuh atau membunuh. Dua orang salah satu tangannya diikat dan digabungkan tangannya dengan lawan. Tangan satu lagi masing-masing diberi pedang. Lalu diaudu bertanding: kalau tidak membunuh  pasti dibunuh. Ini contoh yang sadis.

Kedua, di banyak bagian dunia lainnya kala itu, masih banyak terjadi perbudakan. Jual beli budak. Pada zaman itu budak perempuan yang cantik dapat diperkosa majikannya tanpa punya hak apapun. Ini jelas lebih biadab dari bangsa Arab.

Ketiga, kalau memang Islam diturunkan terkait budaya dan karakter bangsa Arab, berarti belum tentu cocok untuk bangsa lain yang punya karakter berbeda dengan karakter bangsa Arab saat itu. Misalnya, dengan budaya Indoensia yang lemah  lembut. Saling tolol. Saling asah, asih, dan asuh.

Jadi kalau alasannya agama Islam hanya cocok buat bangsa Arab saja, menjadi tidak atau kurang cocok buat bangsa Indonesia. Padahal Islam kan universal. Cocok untuk seluruh dunia. Dengan begitu, alasan ini juga tidaklah kuat.”

Sang Tokoh menarik nafas dalam-dalam. Dia memperhatikan penanya tadi. Kemudian memperhatikan sekeliling. Rupanya yang hadir masih terus antusias mengikuti jawabannya.

Sang Tokoh melanjutkan penjelasannya:

“Indonesia menyebut  daerah Arab dengan sebutan Timur Tengah.

Baik orang Eropa maupun orang Amerika menyebut daerah Arab, sama dengan sebutan ada unsur ‘tengahnya.’

Coba ambil globe atau bola dunia. Juga google. Perhatikan baik-baik. Coba lihat di mana letak jazirah Arab? Ternyata dilihat dari belahan bumi mana pun, Arab terletak di tengah-tengah dunia!

Apa artinya ini? Baik dari segi sosiologis, matematis, dan ekonomis ajaran yang terletak di tengah-tengah dunia, penyebaran menjadi paling mudah dan dapat cepat menyebar ke semua arah dunia. Dari sana Islam kemudian berkembang ke mana-mana.

Maka perkembangan penyebaran Islam menjadi meluas dan cepat, termasuk ke Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

Dunia Hanyalah WC, Catatan Religi Ramon Damora

Jumat, 12 Juni 2026 | 14:51 WIB

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Minggu, 7 Juni 2026 | 21:40 WIB
X