Oleh sebab itu banyak jama’ah pulang dari Tanah Suci dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Mereka tidak membawa Ka’bah pulang. Mereka juga tidak membawa Masjidil Haram. Yang mereka bawa adalah perubahan cara memandang dunia.
Bahwa banyak hal yang selama ini dianggap tujuan ternyata hanya sarana. Bahwa sebagian besar yang kita kejar sesungguhnya hanyalah penunjuk arah. Bahwa hidup ini, pada akhirnya, penuh dengan WC-WC yang kita sangka sebagai tujuan. Padahal tempat singgah belaka, bilik tandas membuang hadas. ***
Ramon Damora
Pengurus PWI Pusat