Kadang, justru ketika kota menyembunyikan dirinya—di balik hujan, kabut, dan malam—cerita yang sesungguhnya mulai muncul.
Dan di sanalah, di antara cahaya yang memantul di kaca dan langit yang tak sepenuhnya terbaca, makan malam itu menemukan maknanya. ***
Novrizon Burman
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Riausatu.com