Indahnya Seragam Warna Cokelat, Catatan IJP Purn Sisno Adiwinoto

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Sabtu, 30 November 2024 | 11:11 WIB
IJP Purn Sisno Adiwinoto. (f: istimewa)
IJP Purn Sisno Adiwinoto. (f: istimewa)

WARNA merupakan sarana komunikasi yang menyampaikan citra tertentu kepada publik.

Warna seragam Polisi Republik Indonesi  (Polri) adalah warna cokelat. Warna tersebut memiliki makna filosofis dalam melambangkan tanah, kemakmuran dan pijakan manusia.

Warna seragam cokelat juga menggambarkan:
- Kedekatan dengan alam dan masyarakat;
- ⁠Menonjolkan nilai kebersahajaan;
- ⁠Kehangatan, dan
- ⁠Kejujuran.

Selain itu, warna ini juga diartikan:
- Menciptakan persepsi stabilitas;
- ⁠Keanggunan serta
- ⁠menambah rasa percaya dan respek dari masyarakat.

Betapa indahnya warna cokelat, namun ada yang menyalah-artikan, dengan adanya tudingan rumor “Partai Cokelat (ParCok)”.

Walaupun tidak perlu ditanggapi, tapi “dalam internal kita sesama warga negara”, tidak ada salahnya sedikit kita ulas; karena tentu kita turut prihatin atas keadaan yang membuat para pihak tidak merasa nyaman.

Adapun yang dimaksudkan “rumor ParCok” tidak perlu diklarifikasi ke publik, karena tidak ada gunanya.

Sebab, bila semakin membela diri atas tudingan (apalagi rumor), biasanya akan semakin menjadi-jadi.

Belum ada ilmu (yang saya kuasai ), yang  secara baik dapat meredam persepsi publik atau opini publik, dan atau tudingan rumor atau stigma yang tidak pas untuk dapat dicegah atau diminimalisir.
 
Pengamatan kami, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah berkali-kali bicara netralitas Polri di setiap kesempatan. 

Namun, setiap tahun politik, Polri selalu jadi bulan-bulanan.

Juga diserang oleh kelompok politik: kalau tidak mau berpihak ke mereka disebut “ParCok, ” dan kalau berpihak tidak dianggap “ParCok.”

Polri adalah abdi negara yang diberi tanggung jawab menjaga dan memelihara stabilitas keamanan.

Selama ini, Polri fokus kerja untuk mengamankan Pilpres dan Pilkada, hal  ini agar bisa berjalan  aman, tertib, lancar, dan damai.

Selama ini, Polri adalah institusi negara dan bukan partai, dan yang bisa masuk politik praktis hanya yang sudah purnawirawan atau yang mundur dari dinas Polri.

Diharapkan semua pihak lebih baik sama-sama berbuat kebaikan untuk negara dan bangsa, hal itu jauh lebih baik daripada ikut kelompok “mereka” yang selalu menyerang dan bicara negatif tentang Polri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB
X