Muhammad Nasir; Laki-laki Terpuji-Dirahmati, Penolong

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Senin, 29 Juli 2024 | 11:05 WIB
Novrizon Burman.
Novrizon Burman.

"WHAT’S in a name? That's which we call rose by any other name would smell as sweet". ~ William Shakespeare

"Apalah arti sebuah nama? Toh dinamakan apapun, harumnya mawar tetap akan wangi tercium."

Ungkapan ini apabila ditinjau dari sisi syariat, tidaklah sepenuhnya benar. Mengapa?

Karena agama Islam memandang nama adalah suatu hal yang penting dan terkait dengan beberapa hukum baik di dunia maupun di akhirat.

Contohnya: panggilan nama seseorang di akhirat adalah panggilannya kelak di akhirat; tentu kita tidak mau kelak di akhirat dipanggil dengan nama jelek.

Rasullullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya:

‘’Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka baguskanlah nama-nama kalian.” [HR. Abu Dawud & Al-Baihaqi]

***

Saya tidak kenal dengan Muhammad Nasir, belum pernah bertemu langsung. Jangankan bicara empat mata, bicara via telepon pun kami belum pernah.

Namun, setelah saya Googling dari berbagai sumber, saya baru tahu arti kata Muhammad, yaitu nama laki-laki dalam Bahasa Arab yang secara harfiah berarti: Terpuji, Dirahmati.

Sedang kata Nasir juga berasal dari Bahasa Arab (Islam), dengan huruf awal N dan terdiri atas lima huruf, berarti: Pelindung, Penolong.

Dilansir dari wikipedia.org, Muhammad Nasir adalah pengusaha dan politikus Indonesia dari Partai Demokrat yang menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) tiga periode sejak 2009 hingga 2024, mewakili daerah pemilihan Riau II.

Muhammad Nasir dilahirkan di Bangun, Siantar, Simalungun, Sumatera Utara pada 23 Juli 1973. Ia mengenyam pendidikan di SD Siantar (1985), SMP Swasta GUPPI Simalungun (1991), dan Paket C PKBM Pemnas Medan (2007). Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Tama Jagakarsa pada 2013.

Muhammad Nasir terlibat di asosiasi industri perkebunan dan peternakan. Ia tercatat pernah menjadi Komisaris PT Mahkota Negara, PT Anak Negeri, PT Mega Niaga, PT Anugrah Nusantara, serta Komisaris Utama PT Panahatan.

Ia memulai karier politik dengan mendaftar sebagai kader Partai Demokrat pada 2004 dan diangkat sebagai Sekretaris DPD Partai Demokrat Riau periode 2004–2009. Dan pada 2009, ia diangkat sebagai pimpinan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi DPP Partai Demokrat periode 2009–2012.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB
X