In Memoriam: Wartawan Senior dan Pencinta Buku, Ismet Rauf

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Kamis, 6 Juni 2024 | 11:58 WIB
Ismet Rauf, semasa hidup dalam satu kegiatan. (f: istimewa)
Ismet Rauf, semasa hidup dalam satu kegiatan. (f: istimewa)

Buku dengan editor wartawan senior Marah Sakti Siregar itu, diterbitkan PWI Jaya pada 2003. Ia juga menjadi editor buku “Liku-liku Kisah Wartawan” yang terbit pada Januari 2020.

Mengingat kompetensi dan profesionalismenya sebagai wartawan, almarhum mendapatkan amanah pada beberapa posisi strategis, baik di PWI Jaya maupun di PWI Pusat, antara lain pernah menjadi Ketua Dewan Kehormatan PWI Jaya dan Ketua Departemen Jurnal dan Buku PWI Pusat.

Sampai akhir hayatnya, almarhum masih bekedudukan sebagai Pemimpin Redaksi LINTAS, sebuah majalah yang berfokus pada hal-hal terkait infrastruktur dan transportasi di Indonesia, dan masih tercatat sebagai Penguji pada Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).

Selain itu, almarhum masih menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Kantor Berita MINA sejak 2015.

MINA sendiri adalah kantor berita umum yang berlandaskan Islam dan menyiarkan berita secara online dalam tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris, dengan tagline: “Peace in Palestine, Peace in the World” (Damai di Palestina, Damai di Dunia).

Terkait kunci sukses Ismet Rauf sebagai wartawan, penulis yang merupakan yuniornya di LKBN Antara melihat bahwa, almarhum adalah wartawan yang banyak membaca, selain pandai bergaul dengan berbagai kalangan.

“Kunci pandai menulis adalah banyak membaca. Dengan banyak membaca, pasti banyak pula yang bisa kita tulis. Kalau kita kurang membaca, tak ubahnya seperti teko kosong. Mau diisikan ke gelas yang kosong, pasti tidak ada isinya,” kata almarhum pada suatu kesempatan.

Seorang penulis, lanjutnya, dapat membantu meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis seseorang.

Dengan menulis, seseorang akan belajar untuk mengatur ide-ide serta menghasilkan gagasan-gagasan baru dan menarik untuk dibagikan kepada pembaca.

Selain itu, menjadi seorang penulis, menurut almarhum, juga memiliki potensi untuk mendapatkan tambahan penghasilan. ***

Aat Surya Safaat, Penguji Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Pusat, Direktur Pemberitan LKBN Antara (2016), dan Kepala Biro Antara di New York AS (1993-1998).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

Dunia Hanyalah WC, Catatan Religi Ramon Damora

Jumat, 12 Juni 2026 | 14:51 WIB

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Minggu, 7 Juni 2026 | 21:40 WIB
X