Novelet Religi “Sang Tokoh”: [16] Panggilan dari KPK

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Sabtu, 30 Maret 2024 | 10:13 WIB
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa)
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa)

Mulai dari urusan tiket dengan kendaraan jenis apapun,  sampai penginapan semuanya ditanggung Sang Tokoh. Tak hanya itu, mereka bahkan juga sudah diberikan honorarium sebagai pengisi acara.

Menyadari jemaah yang diundang memerlukan akomodasi, Sang Tokoh mulai pula merambah ke dunia perhotelan.

Dengan uang yang melimpah dia membeli sebuah hotel bintang empat. Selain untuk tujuan komersial, satu lantai hotel itu diperuntukan bagi jemaahnya yang datang ke acara podcast Sang Tokoh, dari luar kota, atau bahkan dari luar negeri.

Memang biaya mendatangkan dan memberikan akomodasi kepada jemaahnya itu memerlukan banyak biaya. Pengeluaran untuk aktivitas ini sangat besar.

Harusnya secara teoritis dengan pengeluaran itu, kocek Sang Tokoy pastilah tersedot banyak sekali dan bakal membuat pundi-pundinya kempes, bahkan dapat tersedot habis.

Di sinilah kebaikan seringkali mengalahkan kerugian, dan sebaliknya kebaikan dapat semakin memberikan keuntungan. Rejeki dari Allah memang sering datang dari arah yang tidak diduga-duga, dan dengan cara yang juga tidak terduga-duga. 

Semakin kita memberi bakal, semakin kita memperoleh. Semakin kita  membuat kebaikan semakin melimpah pula rejekinya.

Itu pulalah yang dialami Sang Tokoh. Membiayai tiket dan akomodasi para jemaah yang diundangnya datang studio podcast Sang Tokoh jelas menyedot banyak dana.

Namun anehnya, mengundang jemaah dan memperlakukan mereka dengan mulia, bukannya mengurangi pemasukan Sang Tokoh, malah melipatgandakan rejekinya.  Nikmat mana lagi yang dapat dingkari Sang Tokoh?

Nikmat bukan berarti tanpa tantangan. Bukan tanpa ujian. Justeru di tengah-tengah popularitas yang tinggi, di tengah-tengah  melimpahnya rejeki, Sang Tokoh dikejutkan dengan berita di berbagai media: dia dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

Televisi telah menyiarkannya dalam running text mereka secars berulang-ulang. Kemudian  diikuti dengan di acara berita. Jangan tanya di media online dan media sosial. Gaduh sekali pemberitaan Sang Tokoh dipanggil KPK.

Memang juru bicara KPK sendiri sudah mengumumkan KPK memanggil Sang Tokoh. Artinya, berita pemanggilan itu benar adanya. Bukan hoax. Bukan berita bohong.

Beberapa media bahkan sudah memberikan tanggapan dan opini, kemungkinan-kemungkinan korupsi apa yang dilakukan figur sebesar Sang Tokoh.

“Apa lagi yang kurang dari Sang Tokoh? Kalau benar dia melakukan korupsi, tentu yang bersangkutan layak dijatuhkan sanksi yang sangat berat. Kenapa? Dia sudah sangat kaya raya. Tak kekurangan harta benda, makanya kalau sampai korupsi teramat sangat keterluan.

Walaupun telah kaya raya masih mau ‘mengembat’ duit negara, duit rakyat,” tulis salah satu media online, seolah sudah pasti Sang Tokoh dipanggil lantaran melakukan korupsi. Padahal, Sang Tokoh sendiri belum menerima surat panggilan apapun dari KPK, konon lagi mengetahui  duduk perkaranya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB
X