Semua Proyek Kilang Pertamina Berpotensi Molor, Catatan Akhir Tahun 2022 Yusri Usman

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Sabtu, 31 Desember 2022 | 19:40 WIB
Yusri Usman, Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI).
Yusri Usman, Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI).

Sebab, nilai setiap proyek RDMP itu berkisar USD 5 miliar atau setara 75 triliun, sementara untuk proyek GRR berkisar USD 15 miliar atau setara Rp110 triliun. Wajar jika para investor mencari dukungan elit politik dan calo bergentayangan berburu rente agar bisa menjadi pemenangnya.

Sebagai contoh nyata, proyek RDMP Balikpapan progresnya sangat lambat. Sejak ground breaking pada Maret 2019 hingga akhir tahun 2020, progresnya tak lebih dari 56 persen.

Selain terlambat, ternyata change order (co) RDMP Balikpapan kabarnya sudah di atas 10 persen, tentu diduga telah melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Parahnya lagi, beredar kabar buruk lantaran banyak subkon yang bekerja di RDMP pada nangis darah dalam menunggu bayaran dari konsorsium EPC, dan bahkan malah banyak yang sudah ulang tahun menunggunya.

Sehingga Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Holding, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat berkunjung ke proyek RDMP Balikpapan 18 September 2021, telah memberikan peringatan keras kepada konsorsium EPC. Dia menyatakan pihaknya mau proyek ini selesai dengan segala konsekwensinya, tetapi harus tetap sesuai aturan dan asas keadilan.

Begitu juga proyek kilang Olefin Tuban bernilai sekitar USD 5 miliar atau Rp76 triliun.
Untuk pembuatan FEED, DEED dan Scope of Work dengan sistem Design Build Competition yang kontrak 15 Desember 2021 dengan durasi kerja 270 hari, hingga saat ini belum selesai alias molor dari jadwal, sehingga Pertamina Kilang Internasional belum bisa menunjuk siapa konsorsium EPC.

Konsorsium EPC untuk RDMP Balikpapan hampir sama dengan salah satu pemenang "Dual Build Competition" Kilang Olefin TPPI Tuban, yaitu konsorsium Hundyai EC dan kawan-kawan.

Ketika dikonfirmasi soal molornya beberapa proyek kilang Pertamina kepada Manager Corporate Comunication PT Kilang Pertamina International, Mila Suciani sejak Jumat pagi 23 Desember 2022, hanya berjanji akan mengecek dulu. Namun hingga kini, tampaknya dia tak mampu menjawab pertanyaan sederhana kami.

Jadi, terkesan kental Pertamina Kilang sekarang dikelola seperti lembaga intelijen, sangat tertutup rapat informasinya.

Padahal, pertanyaan kami sederhana saja, sudah berapa persen kemajuan proyek RDMP Balikpapan dan proyek kilang Olefin Tuban serta proyek GRR Tuban. Jadi, pahamkan? ***

Yogyakarta, 31 Desember 2022.

Yusri Usman
Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB
X