kolom

Novelet Religi “Sang Tokoh”: [10] Tantangan Kedua

Kamis, 21 Maret 2024 | 21:57 WIB
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa)

“Nanti juga tahu sendiri!”

Sang Tokoh rupanya dibawa ke sebuah lapangan rumput kecil yang  berada di luar area parkir. Di sana sudah menunggu seorang lelaki memakai jas lengkap. Sepatunya hitam mengkilat. Tinggi. Ganteng. Kelihatannya dia blasteran. Ada turunan bulenya. Pancaran matanya penuh kebencian dan kebengisan.

Sang Tokoh mengira-ngira siapa gerangan lelaki ini. Rasanya dia belum  pernah ketemu dengannya, apalagi ada urusan.

Begitu sampai di hadapan orang ini, Sang Tokoh dilepas dua orang yang mengapitnya.

“Telepon dulu keluargamu, bilang you mau ketemu teman dulu, biarkan mereka pergi duluan ke hotel. Nanti you menyusul,” perintah lelaki  yang ada di hadapannya.

“Dan jangan sekali-kali menyampaikan yang lain, kalau keluarga you mau tetap selamat!”

Kendati tidak detil mengatakan ancamannya apa, namun tak ada pilihan lain bagi Sang Tokoh selain mengikuti perintah orang itu.

Begitu Sang Tokoh selesai menelepon, orang itu membuat gerakan seperti memukul dengan dua tangan dari tempatnya berdiri. Berjarak sekitar dua meteran dari Sang Tokoh, tapi tubuh Sang Tokoh terasa kena pukulan yang menyebabkan Sang Tokoh terpental.

“You harus mengetahui kekuatan kami!” kata lelaki itu.

“Maaf, saya ngaku kalah. Kalian lebih hebat!” jawab Sang Tokoh merendah.

Dia hanya ingin persoalannya selesai. Dia tak tahu siapa mereka dan ingin apa mereka. Dari pada memperpanjang urusan yang tidak jelas, pikir Sang Tokoh, lebih baik dia mengalah saja.

Sebuah pukulan jarak jauh dilakukan lagi oleh lelaki itu. Sang Tokoh terpental lagi. Sang Tokoh sama sekali tidak melawan.

“Ayo bangun! Ayo lawan!”

“Wah, maaf saya pasti keok dong. Saya tak punya kekuatan apa-apa,” kilah Sang Tokoh.

“Biar tahu saja! Kami sudah lama mencari-cari dan menemukan you. Di Jakarta kami pantau terus, tetapi selalu tak memperoleh kesempatan. You dilindungi banyak pihak. Di Pelabuhan Ratu, kalian masih berurusan dengan Nyi Roro Kidul. Jadi kami pun tak bisa masuk. Tapi kini saatnya yang tepat!”

Halaman:

Tags

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB