kolom

Novelet Religi “Sang Tokoh”: [10] Tantangan Kedua

Kamis, 21 Maret 2024 | 21:57 WIB
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa)

Oleh: Wina Armada Sukardi   

RUANGAN restoran tempat sarapan di Hotel Pelabuhan Ratu Internasional Indonesia masih ramai, bahkan tambah ramai. Terungkapnya ada orang yang ketemu Ratu Pantai Selatan Nyi Roro Kidul membetot perhatian orang-orang yang kebetulan ada di hotel itu, terutama yang mau dan sedang sarapan. Mereka bergunjing seputar itu.

Saat itulah seorang lelaki berpakaian adat Sunda Jawa Barat, lengkap dengan ikat kepalanya, menghampiri Sang Tokoh. Dia menegaskan, sesungguhnya Sang Tokoh telah bertemu dengan Nyi Roro Kidul.

Dia menuturkan, menurut kepercayaan masyarakat daerah pantai di sana, semua data yang dikemukkaan Sang Tokoh sesuai dengan kebiasaan kemunculan yang dipercaya sebagai Ratu Pantai Selatan.

Malam Jumat. Ada alunan musik gamelan. Semerbak harum bunga. Pukul sembilan. Memakai baju hijau. Sangat memesona. Kemudian, diliputi kepala pusing atau bahkan sering tidak sadarkan diri.

“Saya tidak tahu, siapa Bapak,” kata lelaki itu kepada Sang Tokoh. “Tapi dapat saya simpulkan Bapak orang khusus yang hebat!”

Sang Tokoh menatap lelaki yang sedang bercerita tersebut.  Lelaki itu bicara dengan berwibawa karena merasa mempunyai pengetahuan yang sangat luas soal Nyi Roro Kidul.

“Pertama, hanya segelintir orang yang dapat ketemu atau sekadar melihat langsung Ratu Pantai Selatan itu. Beribu orang mencoba berbagai cara dan metode agar dapat bertamu, atau sekadar melihatnya, tapi hampir semuanya gagal.

Kalau pun ada yang bilang ketemu, mungkin itu cuma klaim saja. Kenyataannya, belum tentu ketemu. Tapi, Bapak dapat berpapasan  langsung. Melihatnya secara nyata. Pasti Bapak orang khusus dan hebat.”

“Apa benar begitu?” tanya Sang Tokoh merendah.

“Iya. Buktinya, kedua, sangat langka Nyi Roro Kidul datang sendiri menemui manusia. Biasanya dia dipercaya hanya mengutus, katakanlah ajudan atau pengawalnya, untuk menjemput orang lelaki yang dikehendakinya. Tapi khusus Bapak, dia sendiri yang langsung menemui Bapak. Itu luar biasa. Hanya orang istimewa yang diperlakukan demikian oleh Nyi Roro Kidul.”

Sang Tokoh menyimak.

“Ketiga, Bapak dapat lolos, tepatnya selamat, dari ajakan atau godaan Nyi Roro Kidul. Hampir tak manusia yang dapat lepas atau selamat dari sasaran Penguasa Laut Selatan itu. Semua tergoda mengikutinya, atau bahkan dijemput paksa. Setelah orang-orang tersebut menghilang. Kalaupun kemudian ditemukan, pasti sudah menjadi jenazah!”

Semua hadirin memperhatikan tuturan Bapak itu.

Halaman:

Tags

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB