kolom

Novelet Religi "Sang Tokoh": [8] Tabayyun

Selasa, 19 Maret 2024 | 22:04 WIB
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa) ( )

Terjadilah pembelahan di media sosial antara kubu yang anti Sang Tokoh dengan yang pro Sang Tokoh. Cilakanya, penjelasan masing-masing pihak ada yang memosting berlebihan dan dengan bahasa yang kasar.

Sang Tokoh sendiri tidak ikut memberikan komentar apapun. Menolak diwawancarai.
Dia sementara tidak menerima tawaran ceramah apapun. dia mengembalikan seluruh kesimpulan kepada publik.

Sedangkan kawan SMP-SMA Sang Tokoh bukan hanya tak berhenti menyerang Sang Tokoh, bahkan dia lebih agresif lagi. Dia pun memperoleh lebih banyak pendukung.

Di tengah-tengah situasi seperti ini ada sebuah even organizer punya inisiatif untuk mempertemukan dan mengadu langsung keduanya. Motifnya tak lain mengeduk keuntungan. Pertemuan dan “pertarungan” bakal disiarkan langsung oleh sebuah podcast.

“Kalau memang membongkar kebohongan dan kemunafikan, saya mendukung acara itu,” kata teman SMP-SMA Sang Tokoh.

“Setuju,” kata Sang Tokoh di tempat lain.

Dalam perundingan untuk acara itu, Sang Tokoh datang sendiri. Sedangkan kawan SMP-SMA-nya diwakili oleh beberapa advokat sekaligus.

Semula formatnya akan seperti “duel:” saling berhadapan dan saling bertanya dan menjawab secara langsung.

“Formatnya langsung saja saya seperti sebagai terdakwa,” usul Sang Tokoh.

“Kan saya yang selama ini dituduh. Biarlan nanti ada Dewan Juri yang terdiri dari tujuh atau sembilan orang yang menguji. Boleh tanya dan meminta apa saja dari.”

“Menilainya bagaimana?” tanya salah seorang dari advokat pihak lawan.

“Sederhana saja: kalau saya tak mampu atau salah menjawab, satu kali saja, saya pada posisi yang kalah,” tegas Sang Tokoh.

“Sebagai tambahan, boleh antara para pihak saling bertanya langsung dengan tiga pertanyaan.”

Negosiasi berikutnya soal bagi hasil pendapatan dari penyiaran podcast. Even organizer mengusulkan pembagian 40% : 60%. Jumlah 40% buat even organizer sedangkan 60% dibagi antata Sang Tokoh dan teman SMP-SMA Sang Tokoh, masing-masing mendapat setengah bagian dari 60%.

Artinya, masing-masing dapat 30%. Semua dari hasil pemasukan. Sedangkan seluruh biaya penyelenggaraan ditanggung even organizer.

Halaman:

Tags

Terkini

Dunia Hanyalah WC, Catatan Religi Ramon Damora

Jumat, 12 Juni 2026 | 14:51 WIB

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Minggu, 7 Juni 2026 | 21:40 WIB