Peranan AI dalam Meningkatkan Literasi Media

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Senin, 7 April 2025 | 10:23 WIB
   M. Asrar Rais, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau.
M. Asrar Rais, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau.

Saat ini banyak platform pembelajaran berbasis AI yang membantu masyarakat memahami cara mengenali berita palsu, membaca framing media, hingga memahami algoritma media sosial yang memengaruhi pola konsumsi informasi pengguna.

Pakar media digital dari UNESCO bahkan menempatkan literasi digital dan literasi AI sebagai kompetensi penting abad ke-21.

Menurut UNESCO, masyarakat modern tidak hanya dituntut mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami bagaimana teknologi bekerja dan memengaruhi persepsi publik.

Di sisi lain, AI juga membawa tantangan serius terhadap literasi media itu sendiri.

Kemunculan teknologi deepfake, manipulasi suara, hingga teks otomatis berbasis AI dapat digunakan untuk menciptakan disinformasi dalam skala besar.

Video palsu tokoh publik, foto rekayasa, maupun artikel buatan mesin dapat dengan mudah memengaruhi opini masyarakat apabila tidak diimbangi kemampuan literasi media yang memadai.

Karena itu, AI ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, ia membantu memperkuat kualitas informasi. Di sisi lain, ia dapat menjadi alat produksi hoaks yang lebih canggih. 

Kunci utamanya terletak pada bagaimana masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan, dan media massa memanfaatkan teknologi tersebut secara bijak.

Perguruan tinggi dan sekolah memiliki peran besar dalam membangun budaya literasi media berbasis teknologi. 

Pendidikan tidak lagi cukup hanya mengajarkan kemampuan membaca dan menulis secara konvensional.

Generasi muda perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, memahami algoritma digital, serta mengenali cara kerja AI dalam membentuk arus informasi. 

Media massa juga dituntut beradaptasi. Kehadiran AI seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman terhadap profesi jurnalistik, melainkan sebagai alat bantu untuk memperkuat kualitas pemberitaan.

Jurnalisme yang tetap mengedepankan verifikasi, etika, dan independensi akan tetap relevan di tengah otomatisasi teknologi.

Dalam konteks demokrasi, literasi media yang didukung AI menjadi semakin penting.

Masyarakat yang mampu memilah informasi secara kritis akan lebih sulit diprovokasi oleh informasi palsu maupun kampanye manipulatif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

Dunia Hanyalah WC, Catatan Religi Ramon Damora

Jumat, 12 Juni 2026 | 14:51 WIB

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Minggu, 7 Juni 2026 | 21:40 WIB
X