BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB
Novrizon Burman.
Novrizon Burman.

BPN, dengan segala kewenangan administratifnya, menjadi pintu masuk paling empuk.

“Setiap sengketa yang melibatkan sertifikat ganda hampir pasti melibatkan kelalaian atau permainan pejabat BPN. Kalau tidak ada intervensi dari dalam, mustahil sertifikat tumpang tindih bisa lahir,” ujar pakar agraria yang enggan namanya diposting.

Kasus ini seharusnya tidak berhenti di ruang dengar pendapat DPRD. Kita punya yurisprudensi.

Dalam satu putusan Mahkamah Agung menegaskan, pejabat BPN yang terlibat penerbitan sertifikat bermasalah dapat dipidana.

Artinya, jika benar ada permainan di BPN Pekanbaru, jalurnya bukan hanya etik, tapi juga pidana.

Langkah DPRD membawa perkara ini ke Satgas Mafia Tanah dan Kejaksaan Agung adalah konsekuensi logis.

Namun, publik masih menyimpan keraguan: beranikah aparat penegak hukum menembus tembok BPN yang dikenal rapat dengan jaringan mafia tanah?

Perang melawan mafia tanah hanya akan berarti jika dimulai dari tubuh birokrasi itu sendiri.

Selama BPN masih menyembunyikan dokumen, mengulur waktu, dan bermain dalam gelap, rakyat akan terus menjadi korban.

Dan negara, sekali lagi, hanya akan tampil sebagai slogan. ***

Novrizon Burman 

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Riausatu.com

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

Dunia Hanyalah WC, Catatan Religi Ramon Damora

Jumat, 12 Juni 2026 | 14:51 WIB

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Minggu, 7 Juni 2026 | 21:40 WIB
X