Oleh imam senior di At Tabayyun, ia kemudian dicoba menjadi imam.
Bacaan qurannya bagus, suaranya jernih, dalam dan lembut. Banyak pengurus DKM dan jamaah At Tabayyun suka kalau dia jadi imam.
Pada qiyamul penutup i'tikaf tadi malam, Hafidz tampil prima. Ia memimpin delapan rakaat solat malam.
Usai membacakan Alfatihah, dia melantunkan surat pilihan: Surat An-An'am (surat ke-6). Dia lantunkan sebanyak 57 ayat dalam 8 rakaat solat malam itu. Mulai ayat 74 sampai ayat 131.
Dengan vokal suara agak bariton, Imam Hafidz melantunkan ayat-demi ayat surat quran yang berkisah tentang Ketauhidan Nabi Ibrahim a.s dan keturunannya.
Lantunan bacaannya jelas, dan enak didengar. Maka, waktu solat tengah malam yang durasinya sekitar satu jam, jadi tak terasa lama dan melelahkan.
Pilihan surat itu agaknya sejalan dengan pesan utama pasca Ramadan agar umat tetap menjaga ketauhidan sebagai hamba Allah.
Tetap menjaga keimanan dan ketaqwaan pada Allah SWT sebagaimana sudah dicontohkan para Nabi Allah. Mulai Ibrahim AS, hingga para nabi keturunannya sampai Nabi penutup: Muhamad SAW.
Imam solat kemudian mengakhiri qiyamul kail di i'tiqaf penutup Ramadan, dengan doa cukup panjang.
Semoga Allah SWT mengijabah doa para imam i'tiqaf –termasuk doa Imam Hafidz Adam– agar semua umat beriman yang beribadah di 10 malam terakhir Ramadan 1446 H, beroleh anugerah Malam Penuh Kemuliaan--Lailatul Qadar.
Aamiin, ya Rabbal alamiin. ***
Marah Sakti Siregar