BAB III: Jelang Musda Golkar Riau 2025, Jalan SF Jadi 'Gubernur 2'?

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Senin, 27 Januari 2025 | 19:14 WIB
Ridwan GP, kader Golkar hampir 40 tahun. (f: istimewa)
Ridwan GP, kader Golkar hampir 40 tahun. (f: istimewa)

SAYA melihat rumor SF Hariyanto (SF), Wakil Gubernur Riau (Wagubri) terpilih, yang ingin "mengambil alih" kepemimpinan Partai Golkar (PG) Riau di ajang Musyawarah Daerah (Musda) PG 2025, sudah bukan rumor lagi.

Kasak-kusuk SF di DPP PG terdokumentasi di media. Bahkan, mendapat dukungan dari beberapa kader senior PG (Pusat dan Daerah), baik yang di dalam struktur maupun di luar struktur. Ini tidak main-main.

Kenapa harus Partai Golkar?

Golkar adalah partai besar peraih suara terbanyak di Provinsi Riau pada Pileg 2024. Di DPRD provinsi dapat 10 kursi.
Latar belakang birokratnya cenderung ke Golkar, ditambah para mentornya juga para kader PG.

Untuk apa? Saya melihat ada dua kemungkinan.

Pertama, Gubernur Riau terpilih Abdul Wahid (AW) dan SF bersama-sama ingin menguatkan kekuasaan dan pemerintahannya hingga dapat dukungan dan dimudahkan dalam menjalankan kebijakan pemerintahannya dari partai politik, termasuk Golkar sebagai partai besar.

Kedua, SF menginginkan kekuatan besar secara politik dalam "melengkapi" jabatannya sebagai Wagubri setelah dilantik, akan menjadi "kekuatan" tersendiri.

Dengan menjadi Ketua di partai besar (Golkar) tentu bisa menjadi kekuatan tersendiri di dalam "berbagi kekuasaan", tidak hanya pelengkap.

Bahasa di kedai kopi menyebutnya: "Gubernur Dua".

Keinginan ini menjadi pembicaraan di kedai kopi, bahwa indikasi "retak kecil" antara AW dan SF, Gubri dan Wagubri terpilih yang akan dilantik 6 Februari 2025, mulai terjadi.

Ini terlihat dari berita di mana AW dimintai tanggapan mengenai manuver SF dalam mendapatkan kursi Ketua PG Riau mengatakan agar SF fokus pada tugasnya melayani masyarakat dari pada mencalonkan diri sebagai Ketua Golkar Riau.

Nampak ketidaksukaan AW.

Namun, bisa jadi ini adalah bagian dari "skenario" untuk mewujudkan kemungkinan pertama di atas.

Apapun itu menurut saya, langkah yang diambil SF ini bila benar tidak disukai seorang AW, maka ini adalah sebuah "perjudian besar" dengan risiko tinggi buat SF sebagai Wagubri.

Dia telah berani "melawan" AW. Tentu risiko ini telah dipertimbangkan dengan "matang" oleh SF.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB
X