Agung Nugroho Tak Terbendung, Catatan Politik Muhammad Iqbal

photo author
Febriyanto RS, Riau Satu
- Jumat, 25 Oktober 2024 | 11:35 WIB
Muhammad Iqbal, Peneliti pada Lembaga Konsultan Politik Indonesia Starpoll Wilayah Riau. (f: istimewa)
Muhammad Iqbal, Peneliti pada Lembaga Konsultan Politik Indonesia Starpoll Wilayah Riau. (f: istimewa)

BUKAN bermaksud mengecilkan probabilitas kemenangan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru yang lain, tetapi di atas kertas dan secara matematis, pasangan calon (paslon) Agung Nugroho-Markarius Anwar (AMAN) berpotensi besar memenangkan kontestasi Pilwako Pekanbaru.

Dipoles oleh konsultan politik dan konsultan digital sekaligus sejak delapan bulan yang lalu, gerak dan langkah paslon AMAN ini lebih terstruktur, tersistematis, dan lebih modern.

Bandingkan dengan keempat pasangan calon wali kota yang lain yang masih kocar-kacir, dan sibuk dengan narasi minimnya pendanaan.

Ada juga paslon wali kota yang menggunakan metode hantam kromo, model tradisional.

Tidak ketinggalan, ada juga paslo wali kota dan wakil wali kota Pekanbaru yang sudah pecah kongsi alias ribut, walaupun hari pemilihan belum tiba.

Secara matematis, dengan apa yang telah mereka ikhtiarkan dalam rentang beberapa bulan terakhir, dalam hitungan Lembaga Konsultan Politik Indonesia Starpoll Wilayah Riau, pasangan AMAN berkemungkinan besar akan meraup dukungan suara sebesar +/-34,7 persen , dari total partisipasi pemilih dalam Pilwako Pekanbaru mendatang.

Ajang Pemilihan Kepala Daerah khususnya Pilwako, sebetulnya bukanlah arena coba-coba bagi kontestan yang akan berlaga.

Karena sekali pemilihan dilangsungkan, energi calon kepala daerah yang “main” nilainya mencapai +/-30 miliar rupiah.

Tapi sayangnya, ada banyak calon kepala daerah yang nekat maju dan menghambur-hamburkan uang dengan menggunakan cara-cara konservatif bin tradisional daripada maju menggunakan strategi yang didesain oleh konsultan politik.

Sebetulnya, strategi dan metodologi konsultan politik yang di gunakan oleh Agung Nugroho-Markarius Anwar bisa ditaklukkan dengan metodologi dari konsultan politik yang lain.

Karena sebetulnya, momentum pemilihan kepala daerah itu adalah ajang kontestasi dan adu strategi konsultan politik, bukan ajang coba-coba untuk calon kepala daerah menghambur-hamburkan uangnya.

Setelah Pemilihan Kepala Daerah bulan November 2024 nanti, akan banyak calon-calon kepala daerah yang kalah, menyesal dan menyampaikan kekecewaan (sambil bergumam):

"Kenapa tidak pakai konsultan politik dari awal, ya. Kalaulah pakai konsultan, mungkin uangnya masih banyak bersisa, dan sisanya bisa dibelikan kebun berpuluh-puluh hektare”.

Nikmati kopinya,
Jangan lupa,
Salam
#muehehehe

Muhammad Iqbal, Peneliti pada Lembaga Konsultan Politik Indonesia Starpoll Wilayah Riau

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB
X