Hariyadi berharap negara tak tinggal diam. “Kalau pembiaran terus dilakukan, ini akan jadi preseden buruk bagi penegakan hukum kehutanan. Rakyat bisa dijadikan tameng, sementara aktor utamanya tak tersentuh,” katanya.
Sementara itu, para petani di Siarang-arang tetap memanen sawit mereka seperti biasa. Daun-daun sawit bergoyang ditiup angin pagi.
Tapi di balik rimbunnya kebun itu, negara sedang menimbang: mana rakyat, mana pelanggar hukum? ***