Maju-mundur Pemasaran Gambir: Tidak Bisa Getah, Daun pun Jadi

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Minggu, 18 Desember 2022 | 11:56 WIB
  Petani memetik daun gambir. (foto; komoditilestarimuba.go.id)
Petani memetik daun gambir. (foto; komoditilestarimuba.go.id)

Kalau seorang pekerja kasar di rumah produksi gambir mampu meraup upah antara Rp10 juta sampai Rp15 juta per bulan, hasil yang lebih tinggi diperoleh pemilik ladang gambir –yang biasanya langsung menjadi pekerja di ladang gambir miliknya--, yaitu antara Rp20 juta sampai Rp30 juta per bulan.

Tapi, zaman bertukar, musim berganti; semua hal-hal indah soal harga gambir mahal, sejak beberapa tahun belakangan hanya tinggal menjadi kenangan. Terhitung sejak Maret 2017, harga gambir tak pernah lagi mengalami lonjakan berarti.

Gambir belakangan ini sama saja dengan sejumlah komoditas perkebunan lainnya: susah-susah mengurusnya dengan mengeluarkan tenaga dan biaya yang tidak sedikit, manakala dipanen hasilnya tidak pernah mampu menutupi biaya produksi— boro-boro untuk meraup keuntungan.***

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB
X