Imbas Konflik Timteng, Harga Minyak Dunia Melonjak

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Jumat, 17 Juli 2026 | 16:22 WIB
Ilustrasi. (f: kompas.com)
Ilustrasi. (f: kompas.com)

 

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Harga minyak dunia mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak April setelah ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat.

Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta kembali terganggunya arus pelayaran di Selat Hormuz mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam lebih dari satu bulan.

Dikutip dari OilPrice, seperti dilansir kompas.com, pada perdagangan Asia, Jumat (17/7/2026), kedua acuan harga minyak dunia bergerak menguat sekitar 1 persen.

Kenaikan terjadi setelah militer AS melancarkan serangkaian serangan baru ke Iran yang telah berlangsung selama enam malam berturut-turut.

Harga minyak mentah Brent naik 1 persen menjadi 85,06 dollar AS per barrel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,2 persen menjadi 79,88 dollar AS per barrel.

Secara mingguan, harga minyak diperkirakan membukukan kenaikan sekitar 12 persen. Ini menjadi lonjakan mingguan terbesar sejak April 2026.

Sebelumnya pada pekan ini, harga minyak Brent sempat menembus level 86 dollar AS per barrel seiring meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

Situasi memanas setelah Iran menyerang dua kapal tanker super yang dikelola perusahaan Uni Emirat Arab (UEA) ketika melintasi jalur selatan Selat Hormuz, dekat wilayah Oman. Jalur tersebut selama ini dianggap berada dalam koridor yang dikendalikan oleh AS.

Ketegangan tersebut memicu kembali operasi militer AS terhadap Iran pada malam hari sebagai respons atas serangan Teheran terhadap kapal-kapal komersial.

Di saat yang sama, AS kembali memberlakukan blokade angkatan laut di luar Selat Hormuz, tepatnya di Teluk Oman.

Blokade tersebut disebut bertujuan membatasi kemampuan Iran mengekspor minyak mentahnya.

Pada Kamis (16/7/2026), pasukan AS juga menyerang dan melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak yang terkait dengan Iran dan telah dikenai sanksi. Kapal itu berada di dekat Terminal Kharg, salah satu fasilitas ekspor minyak utama Iran di Teluk Persia.

Langkah tersebut dinilai menunjukkan bahwa AS mulai memperluas cakupan blokade terhadap Iran.

Pada Jumat dini hari waktu setempat, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) kembali melancarkan serangan menggunakan amunisi presisi ke puluhan target militer Iran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB

Terbuka Lowongan Kerja PELNI Services 2026

Jumat, 10 Juli 2026 | 13:30 WIB
X