Salah satunya melalui pengungkapan jaringan perdagangan arang bakau ilegal di Kabupaten Kepulauan Meranti yang berhasil mengamankan sekitar 100 ton arang bakau dan 40 ton kayu mangrove sebagai barang bukti.
Selain itu, Ditreskrimsus Polda Riau bersama Polres Rokan Hilir juga menangani dugaan pembukaan lahan di kawasan hutan mangrove di Kecamatan Pasir Limau Kapas.
Tidak hanya penindakan, berbagai kegiatan rehabilitasi juga terus dilakukan.
Bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pemprov Riau, pemerintah daerah, komunitas, mahasiswa, hingga pelajar, Polda Riau melaksanakan penanaman puluhan ribu bibit mangrove di sejumlah daerah pesisir seperti Dumai, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, dan Indragiri Hilir.
Program edukasi juga menjadi bagian dari Green Policing melalui keterlibatan Bhabinkamtibmas yang memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pelajar mengenai pentingnya fungsi mangrove sebagai pelindung pantai dari abrasi, penyerap karbon, habitat berbagai biota laut, serta penopang kehidupan masyarakat pesisir.
Meski demikian, Elviriadi menilai tantangan rehabilitasi mangrove masih cukup besar, mulai dari tumpang tindih perizinan, tekanan ekonomi masyarakat, perubahan iklim, hingga perlunya sinkronisasi data antarinstansi.
Karena itu, ia mendorong agar Green Policing dilembagakan sebagai kebijakan jangka panjang melalui regulasi internal Polri, penyelarasan data kerusakan mangrove, penguatan kolaborasi lintas sektor, hingga pemberian penghargaan bagi desa-desa yang berhasil menjaga kawasan mangrove.
“Keamanan tidak hanya berbicara tentang ketertiban masyarakat, tetapi juga keamanan ekologis. Menjaga mangrove berarti menjaga ketahanan lingkungan, ekonomi masyarakat pesisir, serta masa depan generasi mendatang,” ujarnya.
Menurut Elviriadi, keberhasilan menjaga mangrove membutuhkan konsistensi seluruh pemangku kepentingan.
Ia menilai program Green Policing menjadi salah satu contoh bagaimana penegakan hukum dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan demi menjaga keberlanjutan sumber daya alam di Provinsi Riau. ***