Tan Seri Lasak, Catatan Taufik Hidayat

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Kamis, 5 Mei 2022 | 09:19 WIB
Tan Seri Lasak Taufik Hidayat.
Tan Seri Lasak Taufik Hidayat.

Di kampung saya, jika bertemu dengan Bang Usman jangan sesekali dipanggil gelarnya Tan Seri Lebak. Kalau dia tengah naik sepeda terus kita memanggilnya Tan Seri Lebak, dia berhenti mengayuh sepeda dan melughu (mendatangi) orang yang memanggilnya dengan gelar Lebak. Dia sangat tak gemo dipanggil Lebak, kalau budak kecil yang memanggil dia lebak maka bisa merah pipi kena tempeling. Sedangkan jika yang memanggil gelarnya sebaya, maka beradu buku tinju jadinya. Sementara jika yang memanggil Lebak orang lebih tua, Usman pura-pura pekak dan tak memandangnya. Tapi jangan harap Usman mau membantu orangtua yang berniat minta tolong itu dibantunya lantaran sudah memanggilnya Lebak.

Kenapa Usman meradang dipanggil gelarnya, padahal orang sekampung mengenalinya Lebak, dan gelar ini melekat karena di kampung saya nama Usman lebih dari tiga orang. Sehingga untuk mempertegas nama Usman yang mana satu hendak ditemui, maka dikasilah gelar. Ketika ditanya Usman mana, dijawablah Usman Lebak.

Gelar lebak pada Usman karena kakinya lebak, macam ikan pari. Makanya, setiap hari raya Usman tak pernah beli sepatu, lebih banyak beli sendal. Bahkan, ke sekolahpun Lebak (maaf Usman maksud saya) jarang bersepatu. Kalau dia punya sepatu umur sepatu hanya bertahan sebulan akibat lebak kaki Usman meronta sehingga sepatu pada zaman itu mudah koyak. ***

Taufik Hidayat, S.S

Ketua Umum Dewan Kesenian Riau

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB
X